Di fase grup lalu Barca dan PSG sama-sama berada di dalam Grup F. Dari dua pertemuan saat itu, PSG menang 3-2 di kandang dan Barca membalas dengan kemenangan 3-1 ketika bermain di Camp Nou.
Kalau sebelumnya kedua tim berjibaku untuk berebut tiket lolos dari fase grup, kini mereka kembali jumpa di babak delapan besar untuk memperebutkan tiket ke semifinal. PSG jadi tuan rumah leg pertama, Kamis (16/4/2015) dinihari WIB, dan Barca ganti menjamu pekan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PSG merupakan satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Barca di Liga Champions musim ini, juga menjadi satu-satunya yang bisa mencetak tiga gol atau lebih melawan tim asal Spanyol itu sejak musim 2013/14.
- Barca sudah meraih enam kemenangan beruntun di ajang ini untuk kali pertama setelah 2011/12, seraya mencetak rata-rata 2,5 gol per pertandingan.
- Ini akan menjadi kali ketiga perempatfinal Liga Champions menghadapkan kedua tim tersebut: PSG lolos ke semifinal pada musim 1994/95 sedangkan Barca melaju ke empat besar pada musim 2012/13.
- Kedua kubu sama-sama mampu mencetak gol dalam masing-masing enam pertemuannya di Liga Champions, dengan masing-masing tim membuat 10 gol.
- Barca sudah berhasil bikin gol dalam seluruh 18 pertandingan terakhirnya di kancah Eropa melawan sebuah tim asal Prancis. Sedangkan PSG baru sekali gagal bikin gol dalam 13 pertemuan terakhir lawan tim dari Spanyol di kompetisi Eropa.
- Akan tetapi, Barca belum bisa kembali meraih kemenangan di tanah Prancis sejak Oktober 2001 lawan Lyon: semenjak itu Barca sudah kalah sekali dan imbang tiga kali.
- Barca akan memainkan perempatfinal ke-18 dalam sejarah mereka. Tim Luis Enrique tersebut sudah lolos sembilan kali, termasuk tujuh dari delapan kesempatan terakhir sampai ke babak ini.
- Di sisi lain, PSG sebelumnya sudah tiga kali sampai ke babak ini dan gagal melaju di dua edisi terakhir (2012/13 dan 2013/14).
- Di antara tim-tim yang masih tersisa, PSG kebobolan gol paling banyak (10) di Liga Champions musim ini.
- 17 dari 18 gol yang dibuat Barca di Liga Champions musim ini lahir lewat permainan terbuka. Itu sebuah jumlah tertinggi di Liga Champions musim ini.
- Gol David Luiz pada 30 September 2014 merupakan satu-satunya gol yang dibuat oleh seorang pemain bertahan di dalam pertemuan antara kedua kesebelasan selepas 1995.
(krs/fem)











































