Morata merupakan didikan akademi Madrid yang bernasib sama seperti lulusan lainnya, terbuang dan akhirnya bersinar di klub lain. Pemain 22 tahun itu debut di tim senior pada 2010 dan hanya tampil 52 kali serta bikin 11 gol selama empat musim.
Musim panas lalu Morata pun meminta Madrid untuk menjual ke tim yang bisa memberinya jam terbang lebih banyak, karena tak mungkin baginya untuk bersaing dengan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total sudah 11 gol dibuatnya dari 40 penampilan di seluruh kompetisi. Morata kini jadi andalan Massimilano Allegri di lini depan bersama Carlos Tevez, menyingkirkan kompatriotnya Fernando Llorente.
Modal berharga ini bakal dibawa Morata saat Juve harus menghadapi eks klubnya di babak semifinal, dengan pertama jadi tuan rumah di Juventus Stadium, Rabu (6/5) dinihari WIB nanti, sebelum tandang ke Santiago Bernabeu pekan depan.
Laga ini pun langsung disebut-sebut bakal jadi pembuktian Morata bahwa Madrid telah salah melepasnya. Namun, Morata tak mau berpikir demikian.
"Aku kini pemain Juve dan akan memberikan segalanya untuk Juve," ujar Morata seperti dikutip AS.
"Teman-temanku di Madrid sudah mengirim sekitar 3.000 pesan singkat meminta tiket tapi aku serahkan semua itu kepada keluargaku. Aku harus fokus," lanjutnya.
"Aku tidak harus membuktikan apapun lagi kepada semua orang di Madrid dan aku sangat berterima kasih kepada Ancelotti yang sering memainkanku, di fase gugur dan final Liga Champions," demikian dia.
(mrp/rin)











































