Bayern menjalani laga semifinal leg kedua kontra Barca di Allianz Arena, Rabu (13/5/2015) dinihari WIB dalam posisi tertinggal 0-3 secara agregat. Butuh kemenangan besar, maka mereka pun langsung menekan sejak menit pertama dan mengincar gol cepat.
Target itu berhasil diwujudkan di mana Mehdi Benatia mencetak gol pada menit ke-7. Hanya saja, mereka kemudian lengah hingga kecolongan dua gol dari Neymar di menit ke-15 dan 29.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol kedua Neymar lebih memperlihatkan celah yang menganga di pertahanan Bayern dalam sebuah serangan balik. Mulanya Marc-Andre ter Stegen mengirimkan bola jauh ke tengah lapangan dan disundul Messi.
Bola kemudian jatuh tepat ke arah Suarez yang berada di antara dua bek tengah Bayern, Jerome Boateng dan Benatia. Boateng dan Benatia sendiri dalam posisi saling berjauhan dan cenderung lebih dekat ke garis tepi lapangan.
Suarez lantas menggiring bola memasuki kotak penalti dan lagi-lagi dengan tak egois, mengirimkan umpan ke Neymar di sisi kiri. Neymar pun menuntaskan peluang itu dengan sepakan keras mendatar ke pojok kiri bawah gawang Bayern.
Bayern pada prosesnya mampu menambah dua gol lewat Robert Lewandowski dan Thomas Mueller. Dua gol itu memastikan mereka menang 3-2, namun tetap tak lolos karena masih kalah agregat 3-5.
Jika ditilik secara stastistik, Bayern sejatinya bisa menang lebih besar. Selain lebih unggul dalam penguasaan bola 53%-47%, mereka juga lebih banyak mengancam.
Total 20 tembakan dilepaskan dengan delapan mengarah ke gawang, tapi hanya tiga yang jadi gol. Sementara Barca efisien dengan hanya lima percobaan, empat di antaranya tepat sasaran, dan menghasilkan dua gol.
"Kami menampilkan sebuah permainan yang sangat bagus di babak pertama. Tapi kami telah melakukan dua kesalahan di pertahanan dan sudah terlalu menyia-nyiakan peluang yang kami dapatkan. Itu sangat menyebalkan," sungut Mueller seperti dikutip situs resmi UEFA.
(raw/mfi)











































