Hal tersebut dikatakan oleh mantan pemain yang kini menjadi direktur Juve, Pavel Nedved. Nedved menyadari bahwa timnya bukanlah unggulan pada laga final di Berlin, 6 Juni mendatang.
"Saya percaya takhayul. Jadi, saya harus mengatakan bahwa Barcelona sangat difavoritkan," ujar Nedved kepada Isport Blesk seperti dikutip Football Italia.
"Predikat favorit sering memberi tekanan yang lebih besar kepada tim-tim dan saya pikir kami punya kesempatan bagus," lanjutnya.
Nedved menyadari bahwa Juve harus bekerja sangat keras untuk meredam trio penyerang Barca: Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez. Tapi, dia yakin La Vecchia Signora bisa melakukannya. Dia juga meminta Juve untuk tak membiarkan Barca mengontrol penuh permainan.
"Tim mana pun yang punya tiga pemain depan itu akan memulai setiap pertandingan dengan keunggulan 2-0. Mereka punya talenta yang luar biasa besar dan sulit untuk mengetahui bagaimana cara menghentikan mereka," ujarnya.
"Mereka sulit ditebak dan bisa melakukan apapun. Tapi, laga akan terbuka. Barcelona punya lini serang yang sangat bagus, tapi kami bertahan dengan baik. Bukan itu saja, kami ingin memberi masalah untuk lini pertahanan mereka," tambah pria yang mengantarkan Juve ke final Liga Champions 2003 itu.
"Yang tak boleh kami lakukan adalah pasif dan menyerahkan inisiatif kepada Barca. Mereka terbiasa bermain dalam situasi itu. Kami harus hati-hati, kalau tidak laga tak akan berakhir baik," kata Nedved.
(Meylan Fredy Ismawan/Novitasari Dewi Salusi)











































