Allenatore AS Roma Rudi Garcia menyebut timya tampil tanpa beban ketika menghadapi Barcelona yang diakuinya sebagai unggulan kuat. Tetapi ia bukannya pasrah begitu saja karena tetap akan mengusahakan keajaiban dan membalikkan perkiraan.
Dalam dua musim terakhir Roma memang mampu finis kedua di Serie A. Namun, di kancah Eropa masih ada jarak antara Giallorossi dengan tim-tim top lainnya. Salah satu indikatornya adalah fakta bahwa musim lalu Roma harus rela tergusur ke Liga Europa akibat menempati posisi tiga di fase grup setelah cuma bisa meraup 5 poin dari grup yang juga dihuni Bayern Munich, Manchester City, dan CSKA Moskow.
Musim ini Roma sudah memperkuat diri dengan mendatangkan Edin Dzeko dan Mohamed Salah, dan melakukan start dengan cukup baik di Serie A berkat dua kemenangan dan satu kali imbang tanpa pernah kalah. Tetapi tantangan besar langsung menghadang di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target di Liga Champions adalah melewati fase grup dan mencapai babak 16 besar. Di belakang Barcelona, persaingan di grup ini cukup terbuka," ucap Garcia seperti dikutip Reuters, mengindikasikan ia sudah akan puas jika bisa finis kedua di grup.
Pun demikian, Garcia tetap mengindikasikan optimisme tersendiri untuk laga nanti. Toh hasil kejutan di luar dugaan banyak orang bukanlah sebuah hal mustahil dalam sepakbola. "Semua orang yakin mereka (Barca) akan mendapatkan 18 poin, secara tersirat merebut enam poin ketika menghadapi kami, tapi terkadang ada keajaiban dalam sepakbola."
"Kami tak punya beban dan kami harus melakukan apa yang kami mampu untuk membalikkan perkiraan," tutur peracik taktik berusia 51 tahun asal Prancis itu.
(krs/rin)











































