Roma menggenggam tiket babak 16 besar Liga Champions sebagai runner-up Grup E. Mereka mengoleksi nilai enam, setara dengan Bayern Leverkusen tapi mempunyai keuntungan dengan unggul head to head.
Nilai sepanjang fase grup itu menunjukkan penampilan Giallorossi yang kurang sip. Diambah mereka gampang kebobolan. Dari enam laga yang dilakoni, Roma defisit lima gol dengan kebobolan 16 gol dan hanya bisa bikin 11 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Beruntung di laga yang menentukan pada Kamis (10/12/2015) dinihari WIB tadi, Roma tak banyak kebobolan. Mereka imbang dengan BATE Borisov 0-0. Laju ke babak 16 besar tertolong dengan Leverkusen yang juga imbang 1-1 dengan Barcelona.
Opta mencatat, 16 gol itu membuat Roma sebagai tim yang lolos babak knockout dengan paling sering kebobolan. Tak satupun tim yang lolos ke babak 16 besar dengan kebobolan 16 gol atau lebih di fase grup.
Di laga itu Roma juga tercatat tak membuat satupun shot on target di babak pertama. Itu menjadikan Roma sebagai tim pertama yang mempunyai catatan tersebut di Liga Champions musim ini.
Kabar bagusnya, Roma akhirnya bisa mencatatkan clean sheet setelah kebobolan dalam 27 laga beruntun di level Eropa.
Lolosnya Roma ke babak hidup mati dengan hanya mengantongi nilai enam juga menjadikan mereka setara dengan Zenit sebagai tim yang lolos fase knockout dengan poin terendah. Faktanya, sejak 2003-2004 sudah ada 23 tim yang menyudahi fase grup dengan nilai enam dan kini ada dua yang bisa lolos, Zenit dan Roma.
Adapun BATE mencatatkan diri sebagai tim yang sulit mencetak gol di tanah Italia. Faktanya pada empat pertandingan away ke Italia, tak satupun gol diceploskan (D1 L3).
(fem/a2s)











































