Kelolosan ke semifinal Liga Europa sempat tampak jadi hal yang amat sulit untuk Liverpool saat Borussia Dortmund menjebol gawang mereka dua kali sebelum laga berjalan 10 menit. Dua gol itu membuat tim besutan Juergen Klopp tertinggal 1-3 secara agregat, bahkan kalah jumlah gol tandang (1-2). Dua gol cepat jelas jadi pukulan mental yang telak.
Sebuah gol dari Divock Origi di menit ke-48 sedikit menghidupkan harapan publik Anfield. Tapi gol lain Dortmund melalui sepakan Marco Reus di menit ke-57 memberikan pukulan lagi untuk Liverpool. Skor agregat kini 2-4, Liverpool butuh tiga gol untuk lolos dan tak boleh kemasukan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca juga: Comeback Dramatis, Liverpool Singkirkan Dortmund]
Harapan pun muncul lagi. Anfield lantas bergemuruh ketika tandukan Mamadou Sakho menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Agregat kini sama kuat 4-4, tapi Liverpool masih kalah gol tandang dan butuh bikin satu gol lain.
Laga memasuki masa injury time ketika Liverpool mendapatkan tendangan bebas di sisi kanan. Sebuah kerja sama apik antara Milner dan Sturridge diakhiri dengan umpan lambung ke tiang jauh, yang ditanduk Dejan Lovren ke dalam gawang. Seluruh Anfield --kecuali suporter Dortmund tentunya-- bergelora.
"Sulit untuk dijelaskan. Sebuah malam yang benar-benar indah di Anfield dan sejujurnya pertandingannya berjalan aneh," kata Klopp kepada BT Sport.
"Ketika kami memasukkan Daniel Sturridge dan Joe Allen, kami memberikan mereka pesan 'kami harus menunjukkan karakter'. Saya tak peduli kalau kami akhirnya kalah, kami harus menunjukkan mereka karakter kami dan bahkan malah melakukan lebih."
"Ini adalah sepakbola Eropa dalam pertunjukkan terbaiknya. Ini sulit dipercaya. Selamat untuk semua pemain."
"Di paruh pertandingan sulit untuk tetap bersikap berani, tapi kami sepakan bahwa kami harus mengambil cara sulit. Ini adalah sebuah laga yang semua penggemar sepakbola, meski bukan suporter Liverpool atau Dortmund, bisa berkata bahwa, oke, sepakbola adalah permainan yang menyenangkan," tambahnya dikutip BBC.
Kerja keras Liverpool tampak dari penguasaan bola mereka yang mencapai 60% seperti dicatat whoscored. Mereka melepaskan 21 percobaan meski hanya empat yang tepat sasaran. Tapi keempatnya berbuah gol. Sementara Dortmund punya 12 upaya, enam di antaranya mengarah ke gawang. (raw/mfi)











































