Ramos Mengenang Momen untuk Anak Cucunya

Jelang Final Liga Champions

Ramos Mengenang Momen untuk Anak Cucunya

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Rabu, 25 Mei 2016 10:54 WIB
Ramos Mengenang Momen untuk Anak Cucunya
Foto: Michael Regan/Getty Images
Milan - Pemain sekaliber Sergio Ramos pasti punya banyak momen tak terlupakan dalam karier sepakbolanya yang gemerlapan. Satu yang terbaik adalah yang terjadi di Lisbon.

Kala itu, pada 24 Mei 2014, Real Madrid bertarung melawan Atletico Madrid di final Liga Champions di Stadion Luz. Madrid tertinggal sejak menit 36 oleh gol Atletico yang dicetak Diego Godin.

Menit demi menit berlalu, Madrid tak kunjung berhasil mencetak gol balasan, sampai menit ke-90 pun terlewati. Akan tetapi, di menit ketiga injury time, Ramos jadi pahlawan. Ia melompat tinggi untuk menyambut bola lambung dari sepak pojok Luka Modric. Sundulannya mengarah ke sisi kanan kiper Thibaut Courtois dan menembus gawang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan ribu suporter Madrid "meledakkan" stadion. Komentator siaran langsung mengatakan, ""Sergio Ramos menyelamatkan Real...."

Gol itu memang menyelamatkan Los Blancos dan menjadi bahan bakar baru untuk menyerang balik Atletico. Di babak tambahan 2 x 15 menit, Madrid berhasil mengukir tiga gol melalui Gareth Bale, Marcelo, dan Cristiano Ronaldo. Mereka menang "mutlak" 4-1 dan meraih gelar ke-10 mereka di Eropa [La Decima].
Sundulan bersejarah Sergio Ramos di final Lga Champions 2014. (Shaun Botteril/Getty Images)

"Saya memiliki banyak momen yang unik, salah satunya final Liga Champions melawan Atletico. Pertandingan itu menambah motivasi buat kami karena mereka rival satu kota. Rivalitasnya lebih besar, lebih dari sekadar soal olahraga," ungkap Ramos dalam situs resmi UEFA, jelang pertemuan kedua kesebelasan Spanyol itu di final Liga Champions 2016 di San Siro, Milan, pada 28 Mei mendatang.

"Pastinya saya mengingat (momen itu) dengan senyuman. Saya rasa kenangan itu akan abadi. Saya akan menceritakan itu kepada anak cucuku. Ada kepuasan tersendiri, bahwa Real Madrid adalah klub yang harus diperjuangkan sampai penghabisan," sambung bek berusia 30 tahun itu.



(a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads