Pertarungan dua klub Madrid tersebut akan digelar di Stadion San Siro, Milan, Minggu (29/5) dinihari WIB. Laga ini bisa jadi ajang balas dendam Los Rojiblancos setelah kalah 1-4 dalam final di Lisbon dua tahun lalu.
Sekalipun kurang difavoritkan, Atletico telah membuktikan kekuatannya di musim ini. Dalam proses menuju final, tim besutan Diego Simeone itu telah berhasil menyingkirkan tim-tim kuat seperti Barcelona (perempatfinal) dan Bayern Munich (semifinal).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepakbola selalu memberi Anda kesempatan kedua, dan ini final yang sama seperti dua tahun lalu di Lisbon. Sekarang kita mempunyai final di Milan dan kupikir sekarang waktunya untuk Atletico."
"Dilihat dari sejarah, favoritnya jelas Real Madrid karena mereka jauh lebih berpengalaman bermain di final dan situasi-situasi seperti ini. Untuk itu, mereka punya sedikit keuntungan tapi aku percaya sekarang waktunya Atletico yang juara," tandas juara Liga Champions empat kali itu.
Walau Barca gagal ke final, Xavi tetap antusias menyaksikan pertarungan Madrid melawan Atletico. Dia percaya laga akan berlangsung sengit.
"Atletico diperkuat pemain-pemain seperti Koke, Saul (Niguez), (Antoinne) Griezmann, Fernando Torres, pemain-pemain ini dibekali bakat alami yang bisa mengubah pertandingan dalam satu momen," lanjut Xavi.
"Di Madrid, ada (Toni) Kroos, (Luka) Modric, Isco, James (Rodriguez), (Gareth) Bale, Cristiano (Ronaldo), (Karim) Benzema, mereka semua pemain-pemain spektakuler dan kita akan menyaksikan sebuah final yang fantastis. Aku akan menonton di rumahku di Barcelona, dan aku menantikan pertandingan itu."
(rin/raw)











































