DetikSepakbola
Rabu 06 Juni 2018, 06:11 WIB

Courtois Bicara soal Gegar Otak Karius di Final Liga Champions

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Courtois Bicara soal Gegar Otak Karius di Final Liga Champions Loris Karius bikin dua blunder fatal di final Liga Champions, berujung kekalahan Liverpool. (Foto: Phil Noble/Reuters)
Jakarta - Kiper Liverpool Loris Karius disebut mengalami gegar otak di final Liga Champions melawan Real Madrid. Cedera ini yang diyakini turut memicu blunder Karius.

Karius menjalani sebuah pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat pada Kamis (31/5/2018) lalu. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul kekhawatiran tim medis Liverpool akan kemungkinan sang kiper mengalami gegar otak.

[Gambas:Video 20detik]



Kekhawatiran itu terkonfirmasi, dengan pihak rumah sakit menyatakan bahwa kiper 24 tahun tersebut mengalami gegar otak di laga final. Gegar otak itu dipicu benturan dengan Sergio Ramos di awal babak kedua.

Hal ini yang juga diyakini mengganggu performa Karius, sehingga berujung dua blunder fatal. Liverpool kalah 1-3 dalam laga tersebut dan harus merelakan trofi Liga Champions direbut Madrid.

Hal ini turut dikomentari oleh kiper Chelsea Thibaut Courtois. Courtois mengaku merasa cukup aneh jika kesalahan fatal Karius dikambinghitamkan ke gegar otak yang dialaminya.

Sebab jika benar Karius mengalami gegar otak, dia benar-benar akan mengalami gangguan penglihatan plus tim medis akan melihat tanda-tanda.


"Itu terjadi pada saya dalam duel dengan Alexis Sanchez, saya mengalami gegar otak dan tak bisa melihat bola. Jadi setelah 20 menit, saya keluar dari permainan karena saya tak bisa melihat bola," ujar Courtois kepada Sky Sports.

"Saya merasa turut sedih dengan apa yang terjadi padanya, tapi untuk menyalahkan gegar otak atas kesalahan-kesalahan yang dibuatnya...dia kan juga membuat dua penyelamatan gemilang. Jadi apakah itu keberuntungan semata? Saya tak tahu juga sih karena dia kan tak bisa melihat bola (karena gegar otak)."

"Dia tidak beruntung melakukan kesalahan-kesalahan tersebut, tapi kalau Anda mengalami gegar otak, Anda akan meninggalkan permainan atau dokter akan memberitahu Anda 'Dengar, Anda tak bisa melihat lebih jelas lagi, Anda harus meninggalkan lapangan'."

"Kalau mereka mau bilang kesalahan-kesalahan itu karena gegar otak, ya oke saja. Dia bilang setelah laga bahwa dia membuat dua kesalahan, rasanya semua orang akan menerima itu. Itu bisa terjadi pada seorang kiper, tapi untuk menunjuk gegar otak jadi penyebabnya saya rasa itu aneh. Namun kalau tenaga medis dari Boston bilang begitu, ya tidak apa-apa," tambah kiper internasional Belgia ini.


Karius ternyata alami gegar otak di Final Liga Champions, tonton video lengkapnya:

[Gambas:Video 20detik]


(raw/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed