sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 09:56 WIB

Kekalahan di Final Tahun Lalu Membakar Semangat Liverpool

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Virgil van Dijk merayakan kelolosan Liverpool ke final Liga Champions (Phil Noble/Reuters) Virgil van Dijk merayakan kelolosan Liverpool ke final Liga Champions (Phil Noble/Reuters)
Liverpool - Liverpool kembali masuk final Liga Champions secara beruntun. Kegagalan di final tahun lalu jadi pemacu untuk pemain The Reds tampil lebih baik demi gelar juara.

Tiket final didapat Liverpool usai kemenangan dramatis atas Barcelona di semifinal. Kalah 0-3 di leg pertama, Liverpool menang 4-0 pada leg kedua di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB kemarin.

Bagi Liverpool ini adalah kelolosan mereka kedua kali secara beruntun ke final setelah tahun lalu. Sayangnya pada final di Kiev, Liverpool kalah dari empunya turnamen ini, Real Madrid, dengan skor 1-3. Dua gol El Real disebabkan blunder Loris Karius dan juga diwarnai cedera Mohamed Salah akibat duel dengan Sergio Ramos.




Setahun berselang, bisa jadi pahitnya kekalahan itu masih terasa mengingat mereka sudah lama tidak mencapai final sebelumnya. Maka dari itu, kegagalan tersebut dijadikan "bahan bakar" Si Merah untuk bisa tampil lebih oke di final tahun ini dan membawa pulang trofi keenam dari kompetisi ini.

"Saya rasa pengalaman di final tahun lalu akan sedikit membantu kami. Tapi jika Anda melihat kedua tim tersisa, maka mereka semua adalah lawan-lawan hebat," ujar bek Liverpool, Virgil van Dijk, seperti dikutip Sportskeeda.

"Kami akan mencoba sebisa kami untuk menjuarainya. Tapi ini final dan kami tahu apapun bisa terjadi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," sambungnya.

Tottenham Hotspur akan jadi lawan Liverpool di final setelah menyingkirkan Ajax Amstedam. Spurs menang 3-2 pada leg kedua dan lolos dengan aturan gol tandang 3-3.


(mrp/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com