sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 04 Apr 2020 14:05 WIB

UEFA Ancam Hapus Jatah Kompetisi Eropa untuk Liga-liga yang Setop

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
NYON, SWITZERLAND - JULY 18:  The UEFA logo is seen on the UEFA Champions League trophy as it is prepared for the UEFA 2014/15 Champions League third qualifying rounds draw at the UEFA headquarters, The House of European Football, on July 18, 2014 in Nyon, Switzerland.  (Photo by Harold Cunningham/Getty Images for UEFA) UEFA ancam tak beri jatah kompetisi Eropa untuk liga-liga Eropa yang hentikan kompetisi. (Foto: Getty Images Sport/Harold Cunningham)
Jakarta -

UEFA mengingatkan Liga-liga Eropa agar tak gegabah menghentikan kompetisi. Ada risiko kehilangan jatah kompetisi Eropa jika nekat melakukannya.

Ancaman tersebut diungkapkan Presiden UEFA Alesander Ceferin, setelah melihat Liga Belgia dihentikan. Seperti diketahui, divisi teratas Liga Belgia yakni Liga Pro Jupiler diputuskan setop karena pandemi virus corona.

Dengan penghentian itu, klasemen terakhir liga diputuskan menjadi posisi akhir tiap-tiap klub. Club Brugge pun otomatis menjadi juara.

Keputusan itu diambil Liga Belgia setelah melakukan pertemuan dengan 24 klub dari dua divisi. 17 klub di antaranya menyatakan sepakat menghentikan kompetisi. Namun keputusan ini masih harus disahkan dalam rapat majelis umum pada 15 April mendatang.

Keputusan menghentikan liga disebut Ceferin tak sejalan dengan niat UEFA. Ia pun mengingatkan federasi-federasi lain yang mempertimbangkan untuk menghentikan liga.

"Saya tak merasa itu keputusan yang tepat. Solidaritas itu bukan jalan satu arah. Anda tak bisa meminta bantuan lalu memutuskan sendiri apa yang paling cocok untuk Anda," kata Ceferin kepada ZDF, seperti dikutip Football Italia.

"Orang-orang Belgia dan federasi-federasi yang mungkin mempertimbangkan langkah serupa menempatkan partisipasi mereka di kompetisi-kompetisi Eropa dalam risiko. Harapan UEFA adalah untuk menuntaskan seluruh liga, meski itu berarti periodenya berjalan sangat jauh dan bermain secara tertutup."

"Sepakbola memang tak sama tanpa fans, tapi pastinya lebih baik untuk bertanding dan bisa menyaksikannya di TV ketimbang tak dilanjutkan sama sekali. Inilah yang orang-orang inginkan," imbuhnya.

Ceferin mengungkap liga mesti tetap dilanjutkan meski hingga bulan Juli bahkan Agustus. Situasi akan berbeda jika tak bisa selesai sebelum September.

"Kami mungkin meninjau kemungkinan bermain di bulan Juli atau Agustus, karena kami tak akan bisa bermain di bulan September atau Oktober," katanya.



Simak Video "Denmark Imbangi Inggris di UEFA Nations League"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com