sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 02 Mei 2020 19:45 WIB

On This Day: Trofi Eropa Terakhir Benfica dan 'Kutukan' Bela Guttmann

Bayu Baskoro - detikSport
Ferenc Puskas of Real Madrid scores his teams first goal against Benfica in the European Cup Final at Amsterdam, 2nd May 1962. Benfica won the match 5-3. (Photo by Keystone/Hulton Archive/Getty Images) Benfica meraih trofi terakhir Eropa mereka pada 1962 usai mengalahkan Real Madrid. (Foto: Getty Images/Keystone)
Lisbon -

Hari ini 58 tahun lalu, Benfica meraih titel kedua Liga Champions (dulu Piala Champions). Pencapaian itu menjadi gelar terakhir As Aguias di panggung Eropa.

Benfica bertemu Real Madrid di final Piala Champions 1962 yang berlangsung Stadion Olympisch, Amsterdam, Belanda, tanggal 2 Mei. Klub asal Portugal tersebut berstatus sebagai juara bertahan, sementara Los Blancos menjadi tim pengoleksi gelar terbanyak saat itu dengan lima trofi Eropa.

Pada akhir laga, Benfica mampu mengandaskan perlawanan Alfredo Di Stefano dkk dengan skor meyakinkan 5-3. Skuat asuhan Bela Guttmann itu meraih trofi Piala Champions keduanya dalam dua musim beruntun.

Seusai pertandingan, pelatih Guttmann meminta manajemen klub untuk memberikan kenaikan gaji buat dirinya karena telah mengantarkan Benfica menjadi kampiun Eropa. Namun, usul itu ditolak lantaran dalam kontraknya tak disebutkan adanya bonus tambahan jika dia meraih sukses bersama timnya.

Pernyataan manajemen klub itu sontak membuat Guttmann emosi dan meluapkan amarahnya. Pelatih asal Hungaria itu kemudian melontarkan sumpah kepada Benfica untuk tidak lagi meraih gelar juara Eropa dalam 100 tahun, sekaligus memutuskan angkat kaki dari klub.

"Dalam waktu seratus tahun dari sekarang, Benfica tidak akan pernah lagi menjadi juara Eropa," begitu isi sumpah Guttmann buat Benfica, dilansir dari World Football.

Bela Guttmann (bertopi beret) saat menjadi pelatih Benfica tahun 1962.Bela Guttmann (bertopi abu-abu) saat menjadi pelatih Benfica tahun 1962. (Foto: Getty Images/Keystone)

Sumpah Guttmann tersebut rupanya menjadi 'kutukan' buat Benfica. Sejak 1963 hingga saat ini, O Glorioso sudah menembus tujuh partai final di kompetisi Eropa dan seluruhnya gagal menjadi juara.

Usaha Benfica memutuskan kutukan tersebut pernah dilakukan pada 1990. Diwakili oleh pemain legedaris mereka, Eusebio, pihak klub mendatangi makam Guttmann sebelum laga final Piala Champions antara Benfica vs Milan dan berdoa memohon ampun kepada mantan pelatihnya tersebut.

Namun, upaya itu tetap saja gagal. Benfica justru keok 0-1 dari Rossoneri di laga pamungkas dan kembali harus gigit jari karena gagal merengkuh Si Kuping Besar.

'Kutukan' tersebut rupanya juga berlaku di kompetisi kelas dua Eropa, Liga Europa. Benfica sudah dua kali masuk final pada 2013 dan 2014, tetapi belum pernah meraih gelar juara di ajang tersebut.

Berikut ini 'kutukan' Bela Guttmann kepada Benfica sejak tahun 1963:

- Final Piala Champions 1963: Benfica 1-2 AC Milan
- Final Piala Champions 1965: Benfica 0-1 Inter Milan
- Final Piala Champions 1968: Benfica 1-4 Manchester United
- Final Piala Champions 1988: Benfica 0-0 PSV Eindhoven (PSV menang adu penalti 6-5)
- Final Piala Champions 1990: Benfica 0-1 AC Milan
- Final Liga Europa 2013: Benfica 1-2 Chelsea
- Final Liga Europa 2014: Benfica 0-0 Sevilla (Sevilla menang adu penalti 4-2)



Simak Video "RB Leipzig Lolos Dramatis ke Babak 16 Besar!"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com