sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 03 Mei 2020 16:00 WIB

Ancelotti: Tim Terbaik Milan Ada di Final Istanbul 2005

Bayu Baskoro - detikSport
ISTANBUL, TURKEY - MAY 25:  AC Milan forward Hernan Crespo of Argentina (C) celebrates with his teammates after he scored during the European Champions League final between Liverpool and AC Milan on May 25, 2005 at the Ataturk Olympic Stadium in Istanbul, Turkey.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images) Bagi Carlo Ancelotti, tim AC Milan terbaik yakni saat laga final Liga Champions 2005. (Foto: Getty Images/Mike Hewitt)
Istanbul -

Final Liga Champions 2005 menjadi salah satu momen terburuk AC Milan. Meski demikian, Carlo Ancelotti tetap mengganggap timnya saat itu sebagai yang terbaik.

Bagi para penggemar sepakbola, laga final Liga Champions 2005 antara Liverpool kontra Milan merupakan salah satu pertandingan yang paling dikenang pada awal milenium baru. The Reds dengan susah payah berhasil mengalahkan Rossoneri dalam drama adu penalti, sekaligus membawa pulang trofi Si Kuping Besar kelimanya ke Anfield.

Namun, drama menuju adu penalti itu yang menjadikan laga tersebut luar biasa. Liverpool, yang tertinggal 0-3 di babak pertama, mampu menyamakan kedudukan di paruh kedua dan mencetak tiga gol dalam waktu enam menit, serta memaksa pertandingan diselesaikan ke babak tos-tosan.

Walaupun Milan mampu membalas kekalahan tersebut dalam final Liga Champions 2007 dan menaklukkan Liverpool 2-1, tetapi laga itu tidak bisa dibandingkan dengan malam di Istanbul dua tahun sebelumnya. Hal ini diakui Ancelotti yang menangani tim Il Diavolo Rosso dalam dua partai pamungkas tersebut.

Bagi Don Carlo, Milan di final 2005 memiliki komposisi tim dan permainan terbaik ketimbang tahun 2007 atau 2003, kala ia pertama kali membawa Rossoneri menjadi juara Liga Champions sebagai pelatih. Secara kualitas, kekuatan Hernan Crespo dkk saat itu cukup seimbang di semua lini.

Skuat AC Milan di babak final Liga Champions 2005Skuat AC Milan di babak final Liga Champions 2005. (Foto: Getty Images/Alex Livesey)

"Tim 2007 secara teknis lebih inferior daripada tim 2005, yang tetap menjadi tim terbaik dengan penampilan luar biasa di final. Tim 2005 juga lebih baik ketimbang saat final 2003," kata Ancelotti dalam wawancara di Instagram, dikutip dari Football Italia.

"Pada 2007, kami memiliki motivasi luar biasa. Kami memenangkannya lebih karena motivasi tersebut daripada kualitas," dia menambahkan.

"Saya menyaksikan [final Istanbul] kembali 10 tahun kemudian, kami bermain dengan sangat baik pula di babak tambahan. Jamie Carragher mengatakan kepada saya bahwa mereka sudah tidak tahan lagi dan ingin cepat-cepat menyelesaikannya di babak penalti," Ancelotti mengungkapkan.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Balik ke AC Milan Negatif Corona, Ibrahimovic: God iZ Back"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com