sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 14 Agu 2020 07:45 WIB

Atletico Angkat Topi, Akui Leipzig Lebih Baik

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LISBON, PORTUGAL - AUGUST 13: Koke of Atletico de Madrid consoles Jose Gimenez of Atletico de Madrid following their teams defeat in the UEFA Champions League Quarter Final match between RB Leipzig and Club Atletico de Madrid at Estadio Jose Alvalade on August 13, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Lluis Gene/Getty Images) Atletico Madrid tersingkir di perempatfinal Liga Champions. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Atletico Madrid mengakui tak kuasa menandingi permainan RB Leipzig. Kapten Atletico Koke menyebut lawan memang bermain lebih baik sepanjang pertandingan.

Atletico kalah 1-2 dari Leipzig dalam laga perempatfinal Liga Champions di Estadio Jose Alvalade, Jumat (14/8/2020) dini hari WIB. Sempat menyamakan kedudukan lewat penalti Joao Felix usai dibobol Dani Olmo, Atletico kecolongan dari serangan balik dan dijebol Tyler Adams.

Terhenti sudah langkah Los Colchoneros, yang sebelumnya berhasil menghentikan juara bertahan, Liverpool, di babak 16 besar. Namun tim ibu kota Spanyol itu mengakui Leipzig memang tampil lebih baik.

Atletico gagal menetralkan Leipzig yang mengandalkan penguasaan bola. Leipzig mencatatkan 10 tembakan dengan empat mengarah ke gawang dari 55% penguasaan bola.

Sementara Atletico punya sembilan percobaan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Dari tiga peluang mengarah ke gawang itu, dua tercipta di babak pertama sementara satu-satunya yang tercatat di babak kedua adalah hasil dari penalti.

Ini sedikit banyak mengungkap bagaimana Atletico kesulitan mengembangkan permainan, bahkan setelah posisi kembali imbang. Tersingkir karena lawan tampil lebih baik diakui Koke tak terasa terlalu buruk.

"Ini bukanlah cara yang kejam untuk tersingkir. Mereka memang jauh lebih baik sepanjang laga dan juga lebih baik dalam menguasai bola. Mereka lebih baik, lebih cepat, dan lebih intens," katanya dikutip UEFA.

"Ketika lawan lebih baik dan Anda sudah mencoba tapi segala sesuatunya tidak berhasil, Anda harus angkat topi ke lawan. Kami tidak mampu menandingi intensitas mereka dan ketika kami ada di titik penampilan terbaik pada saat skor 1-1, mereka mencetak gol lagi."

"Saat Anda kalah, ada kombinasi rasa sakit dan sedih. Ini kompetisi yang berbeda, dengan laga cuma sekali saja. Dalam tiga pertandingan Anda bisa memenangi Liga Champions, tapi memang bukan jalan kami," imbuhnya.



Simak Video "Leipzig Jegal Atletico, Ini Statistik Lengkap Pertandingannya"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com