sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 14 Agu 2020 10:21 WIB

Permainan RB Leipzig Bikin Atletico Ragu dengan Diri Sendiri

Randy Prasatya - detikSport
LISBON, PORTUGAL - AUGUST 13: Saul Niguez of Atletico de Madrid and Stefan Savic of Atletico de Madrid confront referee Szymon Marciniak  during the UEFA Champions League Quarter Final match between RB Leipzig and Club Atletico de Madrid at Estadio Jose Alvalade on August 13, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Lluis Gene/Getty Images) Atletico Madrid tersingkir di Liga Champions. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Atletico Madrid tak bisa melaju di Liga Champions musim ini setelah kalah dari RB Leipzig. Tim besutan Julian Nagelsmann itu bikin Atletico ragu ke diri sendiri.

Los Rojiblancos kesusahan menghadapi RB Leipzig di perempatfinal Liga Champions. Imbasnya, Atletico harus tersisih setelah kalah 1-2 di Estadio Jose Avalade, Lisbon, Portugal, Jumat (14/8/2020) dini hari WIB.

Kedua tim sempat bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Nah, di paruh kedua, Leipzig unggul duluan di menit ke-50 lewat Dani Olmo. Atletico baru bisa menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-71. Gol Atletico dicetak melalui eksekusi penalti Joao Felix.

Tim Banteng Merah memastikan kemenangan dua menit jelang laga usai. Tyler Adams menjadi pahlawan dari wakil Jerman ini setelah bola tembakannya berbelok arah usai membentur kaki Stefan Savic.

Leipzig tampil dominan lewat sepakbola menyerang di laga ini. Dikutip dari Opta, mereka mencatatkan 57,3 persen penguasaan bola berbanding 42,7 persen milik Atletico.

Leipzig juga lebih baik dalam menebar ancaman. Ada 10 tembakan dengan empat on target. Sementara, Atletico melakukan sembilan percobaan, tiga di antaranya ke arah gawang.

"Mereka lebih unggul dalam banyak hal: mereka membuat Anda meragukan diri sendiri ketika Anda mencoba untuk keluar dari tekanan, mereka memaksa Anda mundur dan ketika Anda menguasai bola, Anda terlalu jauh dari gawang lawan," kata gelandang Atletico, Saul Niguez, yang dikuitp dari situs resmi UEFA.

"Anda perlu memberi selamat kepada lawan atas cara mereka bermain, tetapi kami juga harus disalahkan. Pemain seperti saya harusnya tahu cara membaca permainan lebih cepat dan membantu tim, justru malah tidak," sambungnya.



Simak Video "Saul Niguez Kasih Kode Klub Baru, Merapat ke MU?"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com