Luuk de Jong, Pahlawan Tak Terduga Sevilla

Putra Rusdi K - Sepakbola
Sabtu, 22 Agu 2020 05:38 WIB
COLOGNE, GERMANY - AUGUST 21: Luuk de Jong of Sevilla FC celebrates after scoring his teams second goal (L) during the UEFA Europa League Final between Seville and FC Internazionale at RheinEnergieStadion on August 21, 2020 in Cologne, Germany. (Photo by Friedemann Vogel/Pool via Getty Images)
Luuk de Jong memegang peran krusial di balik keberhasilan Sevilla merengkuh gelar Liga Europa (Foto: Getty Images/Pool)
Cologne -

Luuk de Jong menjadi pahlawan tak terduga Sevilla merengkuh gelar Liga Europa. Ia hanya mencetak tiga gol, tapi golnya itu tercipta di semifinal dan final.

Jika melihat perfoma Luuk De Jong hingga babak perempatfinal Liga Europa tentu tak ada yang mengira dirinya bakal jadi pahlawan Sevilla. Ia tampil tumpul dengan tak sekalipun mencetak dalam 11 laga.

De Jong sering kalah bersaing dengan Youssef En-Nesyri di lini depan Sevilla. Namun, roda nasib penyerang asal Belanda ini mulai berubah pada laga semifinal saat jumpa Manchester United di RheinEnergieStadion, Cologne, Jerman (16/8).

Bermain sebagai pengganti di menit ke-56 saat kedudukan 1-1, De Jong berhasil memastikan lolos ke final berkat gol sontekannya di menit ke-78.'Epos' De Jong kemudian berlanjut pada babak final saat jumpa Inter Milan di tempat yang sama, Sabtu (22/8) dini hari WIB

De Jong di luar dugaan tampil sebagai starter. Kepercayaan Lopetegui pelatih Sevilla, Julen Lopetegui tersebut ini dibayar tuntas oleh penyerang 29 tahun ini.

Ia mampu mencetak dua gol lewat sundulan kepala dan membantu Sevilla menang 3-2 atas Nerazurri. Satu gol Sevilla lainnya dibuat oleh Diego Carlos. Sementara, Inter hanya mempu membalas lewat penalti Romelu Lukaku dan Diego Godin.

De Jong berubah dari seorang pesakitan menjadi pahlawan. Mantan penyerang PSV Eindhoven ini tampaknya juga tak menduga menjadi kunci kesuksesan timnya meraih gelar.

Ia mengungkapkan bahwa baru tahu akan menjadi starter tadi pagi saat hari pertandingan. De Jong juga secara tak langsung mengungkapkan raihannya di final ini tak lepas dari keberuntungan.

"Pelatih memberi tahu saya pagi tadi bahwa saya akan menjadi starter; Saya sudah mengatakan kepadanya beberapa hari yang lalu bahwa saya selalu siap dan beruntungnya, ini bekerja dengan baik," ujar De Jong dikutip dari situs resmi UEFA.

"Sundulan adalah spesialisasi saya; umpan silang pertama dari Navas sempurna dan beruntungya saya menaruh bola di tiang dekat."

"Saat gol kedua, saya mendapat umpan yang luar biasa dari Banega dan itu adalah gol yang spesial," tambahnya.

De Jong tampaknya layak dijuluki "Lucky Luuk".

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Pendukung Inter Timbulkan Kerumunan Saat Rayakan Scudetto"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/ran)