sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 24 Agu 2020 11:23 WIB

Campur Aduk Perasaan Kingsley Coman

Afif Farhan - detikSport
LISBON, PORTUGAL - AUGUST 23: Kingsley Coman of FC Bayern Munich celebrates after scoring his teams first goal  during the UEFA Champions League Final match between Paris Saint-Germain and Bayern Munich at Estadio do Sport Lisboa e Benfica on August 23, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Manu Fernandez/Pool via Getty Images) Campur Aduk Perasaan Kingsley Coman (Getty Images/Pool)
Lisbon -

Kingsley Coman mampu membawa Bayern Munich mengalahkan PSG di final Liga Champions lewat gol semata wayangnya. Tapi, perasaan dia campur aduk banget.

Final Liga Champions musim ini berlangsung antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Bayern Munich di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (24/8/2020) dini hari WIB. Pertandingan cukup ketat, babak pertama berakhir 0-0.

Di babak kedua tepatnya di menit ke-59, winger Bayern Munich yaitu Kingsley Coman hadir sebagai pahlawan. Tandukannya menyambut umpan lambung Joshua Kimmich merobek gawang PSG.

LISBON, PORTUGAL - AUGUST 23: Kingsley Coman of FC Bayern Munich celebrates after scoring his team's first goal  during the UEFA Champions League Final match between Paris Saint-Germain and Bayern Munich at Estadio do Sport Lisboa e Benfica on August 23, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Manu Fernandez/Pool via Getty Images)Sundulan Kingsley Coman bawa Bayern Munich juara Liga Champions (Getty Images/Pool)

Cukup satu gol Bayern Munich akhirnya menyabet trofi 'Si Kuping Besar'. Die Roten sudah mengoleksi enam trofi, menyamai rekor Liverpool.

Bagi Kingsley Coman, dirinya pun dinobatkan sebagai man of the match alias pemain terbaik. Tapi satu hal yang menarik, pemain berusia 24 tahun itu sebenarnya memulai kariernya sebagai pesepakbola di PSG.

Coman menimba ilmu di akademi PSG pada 2004 sampai 2013. Dia mencatatkan debut profesional untuk PSG pada 17 Februari 2013 kala kontra Sochaux. Total keseluruhan, Coman cuma tampil empat kali untuk tim utama PSG.

LISBON, PORTUGAL - AUGUST 23: Kingsley Coman of FC Bayern Munich celebrates after scoring his team's first goal  during the UEFA Champions League Final match between Paris Saint-Germain and Bayern Munich at Estadio do Sport Lisboa e Benfica on August 23, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Manu Fernandez/Pool via Getty Images)Kingsley Coman saat dulu memperkuat PSG (Getty Images/Pool)

Dilansir dari laman resmi UEFA, Kingsley Coman mengaku perasannya campur aduk. Satu sisi senang jadi juara, lain sisi sedih liat PSG gagal.

"Ini adalah perasaan yang luar biasa, sulit digambarkan," katanya.

"Saya sangat bahagia, tapi ada kesedihan untuk Paris (PSG-red)," lanjutnya.

Bayern's Kingsley Coman lifts the trophy after Munich won the Champions League final soccer match between Paris Saint-Germain and Bayern Munich at the Luz stadium in Lisbon, Portugal, Sunday, Aug. 23, 2020.(Matthew Childs/Pool via AP)Kingsley Coman, angkat trofi Liga Champions (AP/Matthew Childs)
Baca juga: Air Mata Neymar

Kingsley Coman menjelaskan, PSG adalah lawan yang berat. Apalagi, serangan baliknya yang diprakasai Neymar, Mbappe, dan Angel Di Maria begitu berbahaya.

"Kami tahu dari awal kalau mereka adalah tim yang berbahaya. Kami mencoba mengontrol permainan, tapi mereka punya serangan balik yang cepat," ungkapnya.

"Inilah pertandingan final dan saya akan menikmati momen ini," tambah Coman.

Kingsley Coman sudah bermain sebanyak 161 kali bagi Bayern Munic di seluruh kompetisi sejak tahun 2017. Dirinya pun sudah merasakan lima kali trofi Bundesliga.

(aff/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com