Capello: Lepas Coman ke Bayern Kesalahan Besar Juventus

Putra Rusdi K - Sepakbola
Senin, 24 Agu 2020 21:40 WIB
LISBON, PORTUGAL - AUGUST 23: Kingsley Coman of FC Bayern Munich celebrates after scoring his teams first goal during the UEFA Champions League Final match between Paris Saint-Germain and Bayern Munich at Estadio do Sport Lisboa e Benfica on August 23, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Miguel A. Lopes/Pool via Getty Images)
Fabio Capello menilai Juventus membuat kesalahan besar dengan melepas Kingsley Coman ke Bayern Munich Foto: (Getty Images/Pool)
Turin -

Fabio Capello menilai Juventus membuat kesalahan besar dengan melepas Kingsley Coman. Coman kini menjadi pahlawan Bayern Munich meraih gelar Liga Champions.

Coman mencetak gol tunggal kemenangan Bayern atas Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2019/2020 yang dihelat di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (24/8/2020) dini hari WIB. Ia membobol gawang Keylor Navas lewat sundulan kepada di menit ke-59.

Coman mampu menjawab kepercayaan Hansi Flick yang memainkannya sebagai starter. Dalam beberapa laga terakhir, pemain asal Prancis ini sebenarnya kerap kali tersisih oleh Ivan Perisic untuk mengisi sisi kiri Die Roten.

Penampilan Coman di laga kontra Bayern ini mendapat pujian dari Capello. Mantan pemain dan pelatih Juventus ini juga menyesalkan langkah Si Nyonya Tua menjual Coman ke Bayern.

Bayern awalnya meminjam pemain 24 tahun ini dari Juventus pada musim panas 2015. Mereka kemudian mempermanenkan Coman dengan nilai transfer 21 juta euro dua tahun berselang.

Capello merasa Juventus tak sabar untuk menunggu perkembangan Coman. Nasib Coman menurutnya sama seperti Thierry Henry yang dilepas Bianconeri ke Arsenal pada usia 22 tahun di tahun 1999. Henry kemudian menjelma menjadi salah satu legenda The Gunners.

"Coman dinilai cukup baik untuk menjadi starter di Final Liga Champions untuk Bayern Munich. Terbukti, Juventus kembali mengulangi kesalahan yang sama," ujar Capello dikutip dari Sky Italia.

"Henry juga tiba sangat muda di Juventus, mereka melepaskannya dan kemudian dia berkembang di Arsenal. Coman mengikuti jalan yang sama sekarang di Munich.

"Ketika Anda melihat ada kualitas dari mereka, Anda harus sabar menunggu. Anda tidak bisa mengharapkan pemain muda untuk segera menjadi pembeda di level tertinggi," jelas pria asal Italia ini.

(pur/cas)