sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 02 Okt 2020 10:43 WIB

AC Milan Menangi Adu Penalti yang seperti Lotre

Putra Rusdi K - detikSport
REGGIO NELLEMILIA, ITALY - JULY 21: Stefano Pioli head coach of AC Milan looks on during the Serie A match between US Sassuolo and AC Milan at Mapei Stadium - Città del Tricolore on July 21, 2020 in Reggio nellEmilia, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images) Pelatih AC Milan mengatakan adu penalti seperti lotre (Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini)
Jakarta -

Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengatakan adu penalti seperti lotre. Emosinya campur aduk saat Milan melakoni babak ini hingga 24 penendang saat jumpa Rio Ave.

Milan lolos ke fase grup Liga Europa usai menang dramatis di markas Rio Ave, Estadio do Rio Ave, Jumat (2/10/2020) dini hari WIB pada laga babak play-off. Rossoneri menang 9-8 adu penalti yang melibatkan hingga 24 penendang.

Pertandingan sendiri harus dituntaskan ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit. Rossoneri unggul lebih dulu melalui Alexis Saelemaekers (menit ke-51), sebelum menyamakan kedudukan untuk Chico Geraldes (72').

Duel berlanjut ke perpanjangan waktu. Rio Ave berbalik memimpin berkat Gelson (91'). Ketika Milan diambang gagal lolos, Hakan Calhanoglu menyelamatkan timnya berkat golnya penaltinya di menit akhir laga.

Peruntungan baik Il Diavolo kemudian berlanjut ke babak adu penalti. Pioli memuji mental anak asuhannya yang mampu melewati babak ini dengan baik

Ia mengatakan bahwa adu penalti seperti undian lotre karena segala sesuatunya sulit untuk dipastikan. Situasi ini begitu mengaduk emosi mantan pelatih Fiorentina tersebut.

"Sulit untuk mengontrol emosi Anda dalam situasi seperti itu. Ini karena segalanya bisa berubah dari kami yang berpeluang menang bisa jadi kalah dalam sekejap mata," ungkap Pioli dikutip dari Football Italia.

"Itulah mengapa mereka mengatakan adu penalti adalah lotre. Secara mental, kami melakukannya dengan terus berjuang. Ini tak mudah karena kami adalah tim dengan banyak pemain muda. Namun, kami membuktikan bisa berjuang dan mendapatkan hasilnya"

"Ada begitu banyak penalti hingga di babak sudden death. Semua pemain telah mengambil penalti dan harus memulainya lagi dari awal lagi. Saya belum pernah melihat ini tapi itulah sepakbola," jelasnya.

(pur/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com