sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 13 Nov 2020 19:30 WIB

Cerita Peter Crouch Ingin Banget Jotos Marcelo

Yanu Arifin - detikSport
MADRID, SPAIN - APRIL 05:  Peter Crouch (R) of Tottenham Hotspur fouls Marcelo of Real Madrid during the UEFA Champions League quarter final first leg match between Real Madrid and Tottenham Hotspur at Estadio Santiago Bernabeu on April 5, 2011 in Madrid, Spain. Crouch was send off the pitch after the foul. (Photo by Jasper Juinen/Getty Images) Momen Peter Crouch menekel Marcelo di pertandingan Real Madrid vs Tottenham Hotspur di Liga Champions 2010/2011. (Foto: Jasper Juinen/Getty Images)
Madrid -

Peter Crouch mengungkapkan, bagaimana dirinya kesal betul oleh Marcelo. Hal itu dipicu dari sebuah pertandingan 9 tahun silam, sampai-sampai ingin sekali menjotosnya!

Crouch dan Marcelo pernah bentrok pada 2011. Di perempatfinal Liga Champions 2010/2011, Tottenham Hotspur menyambangi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada leg pertama.

Di pertandingan itu, Crouch cuma bermain selama 15 menit. Penyerang jangkung itu mendapat dua kartu kuning dalam waktu singkat, yang menambah derita Tottenham usai dijebol Emmanuel Adebayor sejak menit ke-4.

Pertama setelah melanggar Sergio Ramos di menit ke-8. Kemudian, pemain asal Inggris itu kembali dihukum wasit karena menekel Marcelo.

Pelanggaran kedua itu yang membuat Crouch kesal. Sebab, Crouch merasa bek Madrid itu sedikit diving, dan merayakannya saat dirinya diusir wasit.

Pada akhirnya, Madrid menang 4-0, usai menambah tiga gol lagi lewat Adebayor di menit ke-57, Angel Di Maria (72'), dan Cristiano Ronaldo (87').

"Ruang gantinya berada di bawah stadion dan ada tingkatan di atasnya. Anda bisa mendengar mereka," kata Crouch dalam podcast From the Horses Mouth Paddy Power, yang dilansir Marca.

"Saya duduk di ruang ganti dengan kepala tertutup handuk. Saya mendengar gol demi gol dan berpikir, 'Ini semua karena saya'. Itu titik terendah saya dan sebuah penyesalan besar. Saya punya alasan untuk itu. Pertama, saya terlalu bersemangat sehingga membuat wasit melakukannya. Itu memang sebuah tekel ke Ramos. Yang kedua, saya menahan bola dari Marcelo dan sedikit menukik, tapi tidak menyentuhnya."

"Dia melompat ke udara, dan berguling-guling. Ada sudut kamera, dan anda bisa lihat dia melihat ke wasit, dan dia merayakan saat kartu merah keluar, dia melompat lompat lagi."

"Saya tidak pernah ingin memukul siapapun lagi dalam hidup selain dia. Bagi mereka, itu sebuah kemenangan. Mereka memenangkan pertandingan dan mempermainkan saya. Saya terlalu naif membiarkan diri saya terjebak dalam hal itu," kata Crouch soal insidennya dengan Marcelo saat itu.

Di leg kedua, Madrid pun lagi-lagi menang di White Hart Lane. Los Blancos maju dengan agregat 5-0 ke semifinal, sebelum dikalahkan Barcelona 1-3.

(yna/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com