PSG Ikut Mogok Main karena Dugaan Tindakan Rasis, Mbappe Bangga

Lucas Aditya - Sepakbola
Kamis, 10 Des 2020 16:30 WIB
Paris Saint-Germains French forward Kylian Mbappe reacts after missing a goal opportunity during the UEFA Champions League group H football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Istanbul Basaksehir FK at the Parc des Princes stadium in Paris, on December 9, 2020. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Kylian Mbappe bangga dengan aksi PSG mendukung aksi mogok main dalam duel dengan Istanbul Basaksehir. (Foto: AFP/Franck Fife)
Jakarta -

Paris Saint-Germain ikut mogok bermain saat melawan Istanbul Basaksehir di matchday 6 Liga Champions. Kylian Mbappe pun merasa bangga.

PSG vs Istanbul Basaksehir seharusnya dimainkan Rabu (9/12/2020). Laga itu akhirnya ditunda.

Sebastian Coltescu, wasit yang menjadi ofisial keempat dalam PSG vs Istanbul Basaksehir, dituding melontarkan pernyataan rasis ke asisten manajer Istanbul Basaksehir, Pierre Webo, yang dapat kartu merah atas reaksinya.

Pemain-pemain Istanbul Basaksehir pun emosi karena keputusan itu. Terlebih Demba Ba, pemian yang juga berkulit hitam.

PSG dan Istanbul Basaksehir pun akhirnya menolak bermain lagi sejak laga dihentikan pada menit ke-14. Bintang Les Parisiens, Kylian Mbappe, bangga dengan keputusan itu.

"Kami lelah, kami tak mau melalui hal ini lagi," kata Mbappe seperti dikabarkan oleh BBC.

"Tentunya, saya bangga dengan apa yang sudah dilakukan. Kami tak kecewa memilih tidak bermain. Kami mengambil keputusan itu. Kami bangga."

"Ada banyak hal yang sudah diungkapkan, tak ada yang lebih baik dibandingkan aksi," kata dia menambahkan.

Pada prosesnya, PSG akhirnya memetik kemenangan 5-1 atas Istanbul Basaksehir. Neymar mencetak hat-trick, sementara Kylian Mbappe menyumbangkan dua gol lainnya. Tambahan tiga poin ini mengantarkan PSG menjadi juara Grup H.

PSG mengumpulkan 12 poin hasil enam kali bermain, sama dengan raihan angka dari wakil Jerman, RB Leipzig. Tim asuhan Thomas Tuchel menang head-to-head dengan Die Roten Bullen.

(cas/krs)