Gelar Liga Champions Inter Dikritik Mantan Pemainnya

Randy Prasatya - Sepakbola
Selasa, 30 Mar 2021 05:00 WIB
MADRID, SPAIN - MAY 22:  Head coach Jose Mourinho (L) and Marco Materazzi of Inter Milan celebrate their teams victory at the end of the UEFA Champions League Final match between FC Bayern Muenchen and Inter Milan at the Estadio Santiago Bernabeu on May 22, 2010 in Madrid, Spain.  (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Inter Milan juara Liga Champions dengan permainan negatif. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
Jakarta -

Inter Milan terakhir kali menjadi juara Liga Champions saat dibesut oleh Jose Mourinho, namun itu tidak membuat salah satu mantan striker Nerazzurri terkesan.

Inter meraih masa kejayaan bersama Mourinho di musim 2009/2010. Mereka kala itu mampu menyabet gelar Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Catatan tersebut membuat Inter menjadi satu-satunya tim asal Italia yang sukses menyabet treble winner sampai saat ini. Gelar Liga Champions juga terakhir kali mendarat di Italia saat dirai Inter.

Meski pencapaian Inter sangat sukses pada saat itu, Antonio Cassano sama sekali tidak terkesan. Mantan striker Inter di musim 2012/2013 itu mengkritik cara bermain yang diterapkan Mourinho.

"Saya harus mengatakan, Inter adalah tim saya dan mereka memenangkan Liga Champions 11 tahun lalu, tetapi tidak dengan bermain sepakbola," katanya kepada Cassano kepada Christian Vieri di Bobo TV.

Inter melaju ke fase gugur di Liga Champions 2009/2010 setelah menjadi runner-up Grup F. Inter kemudian menyingkirkan Chelsea di 16 besar, CSKA Moskow di perempatfinal, Barcelona di semifinal. Laga final dimenangi Inter setelah menumpas Bayern Munich 2-0.

Kritik keras terhadap Inter sangat kencang saat menyingkirkan Bayern. Nerazzurri dianggap cuma menumpuk pemain di pertahanan dan cuma mengandalkan serangan balik.

Di laga final melawan Bayern, Inter cuma punya penguasaan bola sebanyak 32 persen. Namun, La Benemata mampu bermain efektif dengan menggelontorkan dua gol.



Simak Video "Pendukung Inter Timbulkan Kerumunan Saat Rayakan Scudetto"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)