Bayern Didepak PSG, Leroy Sane Dikritik Pedas

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Kamis, 15 Apr 2021 06:30 WIB
PARIS, FRANCE - APRIL 13: Leroy Sane of FC Bayern Muenchen looks dejected at full-time after the UEFA Champions League Quarter Final Second Leg match between Paris Saint-Germain and FC Bayern Munich at Parc des Princes on April 13, 2021 in Paris, France. Sporting stadiums around France remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Leroy Sane dikritik pedas usai Bayern Munich tersingkir di perempatfinal Liga Champions. (Foto: Getty Images/Matthias Hangst)
Munich -

Legenda Bayern Munich Mehmet Scholl mengkritik penampilan Leroy Sane. Menyusul tersingkirnya Bayern di perempatfinal Liga Champions.

Gol tunggal Eric Choupo-Moting di babak pertama memastikan Bayern mengalahkan PSG 1-0 di pertandingan leg II di Parc des Princes, Selasa (13/4/2021). Namun, kemenangan itu tidak cukup untuk meloloskan Die Roten. Dengan agregat 3-3, sang juara bertahan kalah produktivitas gol tandang.

Di pertandingan itu sendiri, Sane tampil penuh selama 90 menit dengan membuat tiga percobaan (satu on target), dan tiga operan kunci. Sayangnya, winger Jerman itu kerap kali membuat keputusan yang salah.

Dengan kegagalan ini, Bayern tinggal memiliki Bundesliga untuk diperjuangkan karena juga sudah terdepak di DFB-Pokal [babak kedua]. Hasil kurang sip ini berbanding lurus dengan performa Sane, yang dianggap belum memenuhi ekspektasi usai ditebus dari Manchester City sebesar 50 juta euro pada musim panas lalu. Sekalipun dia sudah menyumbang delapan gol dan sembilan assist di semua kompetisi.

Mehmet Scholl pernah membantu Bayern Munich memenangi medali juara Liga Champions 2001. Scholl heran karena Leroy Sane belum juga mencapai penampilan puncaknya.

"Saya bingung, saya tidak tahu. Di usia 25 tahun, dia masih belum matang," ungkap Scholl kepada Bild yang dikutip Mirror.

"Kapan saya harus menggiring bola? Kapan saya harus melewati lawan dari sisi mana? Perpaduannya belum pas, dia masih kurang struktur."

"Dia memang semakin baik secara keseluruhan dan semakin memahami Bayern Munich, tapi dia sejauh ini belum memiliki pengaruh di dalam sebuah pertandingan seperti Arjen Robben atau Franck Ribery," simpul Scholl tentang Leroy Sane.



Simak Video "Tandang ke Etihad, Dortmund Belajar dari Leicester Saat Jamu Man City"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/pur)