12 Tahun Lalu, Wenger Prediksi Munculnya European Super League

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 19 Apr 2021 19:40 WIB
ZURICH, SWITZERLAND - DECEMBER 17: Arsene Wenger reacts while awarding The Best FIFA Womens Coach award to Sarina Wiegman (not pictured) during the The Best FIFA Football Awards on December 17, 2020 in Zurich, Switzerland. (Photo by Valeriano Di Domenico - Pool/Getty Images)
Arsene Wenger sudah prediksi European Super League sejak lama (Getty Images/Pool)
London -

Arsene Wenger mungkin takkan kaget dengan kemunculan European Super League. Sebab, mantan manajer Arsenal itu sudah memprediksinya sejak lama.

ada Senin (19/4/2021), 12 tim resmi menggagas European Super League. Mereka adalah enam raksasa Premier League yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, kemudian tiga wakil Liga Italia yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, serta wakil Liga Spanyol yakni Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Rencananya, 15 tim akan berlaga dengan status tim pendiri. Dan sisanya akan digelar lewat kualifikasi. Sekadar informasi, turnamen itu akan digelar tanpa mengenal sistem promosi atau degradasi.

Kompetisi yang berformat liga ini lantas mendapat kecaman banyak pihak, karena dinilai hanya akan menambah kesenjangan antara klub kaya dan klub kecil. Apalagi pesertanya notabene adalah tim-tim besar dengan kekuatan finansial yang mapan.

Tapi, di satu sisi, kemunculan European Super League yang didanai perbankan Amerika Serikat JP Morgan ini bak angin segar untuk klub-klub besar tersebut. Sebab, di tengah pandemi virus corona, pendapatan klub itu tergerus terutama dari penjualan tiket dan merchandise.

JP Morgan sebagai penyandang dana berani memberikan dana 350 juta paun untuk setiap klub yang mau berpartisipasi, dan jumlahnya akan melonjak hingga 500 juta paun jika berhasil jadi juara.

Oleh karenanya, ke-12 klub raksasa itu setuju saja dengan ide presiden Juventus Andrea Agnelli dan presiden Madrid Florentino Perez untuk mencetuskan European Super League. Bahkan kemunculan European Super League ini sudah diprediksi sejak dulu kala.

Tepatnya sekitar tahun 2009, Wenger yang masih menangani Arsenal saat itu mengatakan bakal ada kompetisi pengganti Liga Champions di masa ini. Sebab Liga Champions dianggap kurang bisa mendatangkan uang dalam jumlah besar bagi tim peserta.

Selain itu UEFA dinilai terlalu mengikat klub dengan berbagai aturan sehingga peserta tidak bisa bebas membangun tim, khususnya dalam sokongan dana.

"Saya melihat lebih banyak kemungkinan liga Eropa berkembang dari waktu ke waktu daripada satu tim pergi ke luar negeri," ujar Wenger ketika ditanya apakah dia bisa membayangkan Celtic atau Rangers bergabung dengan Liga Inggris seperti dikutip Guardian.

"Liga domestik akan bertahan, tetapi mungkin dalam 10 tahun, Anda akan memiliki Liga Eropa," sambungnya.

"Saya tidak yakin 100 persen bahwa saya benar, tetapi saya dan orang-orang di balik layar terus mendorong proyek itu, terutama jika peraturan (Liga Champions) menjadi terlalu membatasi klub-klub ini," tutup Arsene Wenger.

(mrp/yna)