Presiden UEFA Sebut Bos Juventus Pembohong soal European Super League

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 04:40 WIB
TURIN, ITALY - FEBRUARY 18:  Juventus president Andrea Agnelli looks on during the Serie A match between Torino FC and Juventus at Stadio Olimpico di Torino on February 18, 2018 in Turin, Italy.  (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Bos Juventus Andrea Agnelli disebut pembohong oleh Presiden UEFA Alesander Ceferin. (Foto: Getty Images/Valerio Pennicino)
Jakarta -

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengkritik keras bos Juventus Andrea Agnelli soal European Super League. Ceferin menyebut Agnelli tukang bohong.

Juventus adalah salah satu dari tiga klub Italia yang menjadi pendiri European Super League. Dua klub Italia lainnya adalah AC Milan dan Inter Milan.

Sejauh ini ada 12 peserta untuk kompetisi yang diproyeksikan sebagai pengganti Liga Champions itu. Enam di antaranya dari Inggris, antara lain Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Arsenal.

Sedang tiga lainnya dari Spanyol, yakni Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Kabarnya, European Super League dalam jangka panjang akan diikuti 20 peserta.

Pembentukan European Super League ini jelas ditanggapi keras oleh UEFA, selaku badan administrasi sepakbola Eropa, sekaligus penyelenggara Liga Champions. Sementara kalangan suporter juga menolak ide kompetisi itu, dengan tudingan bahwa para pemilik klub bertindak egois dan mata duitan.

Soal pemilik klub, Andrea Agnelli yang merupakan perwakilan dari keluarga Agnelli selaku pemilik Juventus, dikritik keras oleh Ceferin. Sebabnya tak lain karena Agnelli sebelumnya merupakan Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA), yang turut menaungi seluruh 12 pendiri European Super League, dan berbohong soal pembentukan kompetisi tersebut.

Agnelli meninggalkan jabatan itu demi misinya di European Super League. Presiden UEFA Aleksander Ceferin kecewa berat dengan tindakan dan dusta-dusta bos Juventus tersebut.

"Dia mungkin salah satu kekecewaan terbesarnya, atau mungkin kekecewaan terbesar dari ini semua. Saya tidak mau membawa ini jadi terlalu personal," ungkap Ceferin dikutip BBC.

"Tapi faktanya adalah saya belum pernah bertemu seseorang yang berbohong sedemikian banyaknya, begitu gigih, sampai-sampai yang dia lakukan itu benar-benar luar biasa."

"Saya bicara dengannya pada Sabtu sore lalu. Dia bilang 'Ini semua cuma rumor. Jangan khawatir, tidak ada apa-apa.' Lalu dia bilang 'Saya akan menelepon kembali dalam satu jam.' Lalu dia mematikan telepon," imbuhnya.

(raw/adp)