Pendukung 'Big Six' Premier League Kecam European Super League

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 19 Apr 2021 18:50 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - JANUARY 13:  Liverpool fans show their support prior to the Barclays Premier League match between Liverpool and Arsenal at Anfield on January 13, 2016 in Liverpool, England.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Barisan pendukung Big Six Premier League menolak gagasan European Super League. (Foto: Alex Livesey/Getty Images)
Jakarta -

European Super League diikuti Big Six Liga Inggris; Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Suporternya protes!

Format kompetisi baru bernama European Super League telah disepakati. Liga antarklub benua biru itu akan digelar, rencananya, pada 2023/2024, dan diikuti 20 tim. Rincian 15 tim akan berstatus pendiri turnamen, dan 5 tim lainnya ikut lewat jalur kualifikasi.

Sebanyak 12 klub menyatakan diri sebagai penggagas European Super League. Mereka terdiri dari tim-tim Premier League Inggris, Serie A Italia, dan LaLiga Spanyol.

Dari Premier League, enam tim raksasa yang gabung adalah Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Sementara Serie A diwakili Juventus, Inter Milan, dan AC Milan; serta LaLiga direpresentasikan Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Gelaran European Super League kemudian menuai reaksi keras. Format kompetisi itu dinilai terlalu eksklusif, sebab meniadakan sistem promosi atau degradasi. Selain itu, European Super League membuat persaingan tidak merata, sebab hanya diikuti para raksasa Eropa.

Hal itu membuat kecaman menggelora menentang European Super League. Tak terkecuali dari barisan suporter Big Six sendiri, yang meminta klub idolanya masing-masing membatalkan keputusannya ikut ajang tersebut.

Kelompok suporter Big Six, yang tergabung dalam Football Supporter Association (FSA) merilis pernyataan terkait alasan menolak European Super League.

Chelsea Supporters Trust: CST terkejut bahwa Chelsea FC (CFC) termasuk di antara tim yang dikabarkan telah mendaftar untuk kompetisi alternatif ini dan berharap laporan ini tidak benar. Proposal ini akan mengambil risiko CFC dilarang dari kompetisi lain dan dapat membahayakan masa depan klub kami," tulis CST.

"Proposal itu menunjukkan keserakahan dalam sepakbola dan sebagai pendukung, kami bosan dengan permainan indah yang disalahgunakan. Cukup!"

Manchester United Supporters Trust: Sebuah 'Liga Super' selayaknya toko tertutup dari klub-klub kaya yang dipilih sendiri, bertentangan dengan semua sepakbola, dan Manchester United harus menentangnya," tulis kelompok pendukung Setan Merah.

"Untuk mengajukan proposal ini tanpa konsultasi penggemar, dan di tengah pandemi global ketika orang harus bekerja sama tidak melayani kepentingan egois mereka sendiri, hanya menambah penghinaan terhadap cedera."

"Ketika Sir Matt Busby membawa kami juara di Eropa pada 1950-an, Manchester United yang modern didirikan dalam tragedi dan kemenangan yang mengikutinya. Bahkan berpikir untuk menjauh dari kompetisi itu akan menjadi pengkhianatan dari semua yang klub ini pernah perjuangkan. Kami mendesak semua orang yang terlibat dalam proposal ini, termasuk Manchester United, untuk segera menarik diri dari proposal ini," tegas mereka.

Manchester City FC Official Supporters Club: "Kami bertekad untuk melawan Liga Super yang diusulkan ini, dan sekali lagi bekerja dengan Grup 1894 dari semua kelompok suporter, melakukan segala yang kami bisa agar suara kami didengar," tegas kelompok suporter City.

"Pemilik ini, terlepas dari mana mereka berasal, tampaknya berpikir bahwa sepakbola adalah milik mereka, bukan milik kami yakni suporter, terlepas dari tim mana yang kami dukung," tulis pernyataan pendukung City.


Spirit of Shankly [Liverpool]: "FSG [Fenway Sports Group, pemilik Liverpool], telah mengabaikan penggemar dalam mengejar uang tanpa henti dan rakus.

"Sepakbola adalah milik kita, bukan milik mereka. Klub sepakbola kita adalah milik kita, bukan milik mereka."

Arsenal Supporters Trust: Ini mewakili kematian dari segala sesuatu yang seharusnya tentang sepakbola," kecam Arsenal Supporters Trust.

"Sebagai penggemar, kami ingin melihat Arsenal bermain dalam kompetisi berdasarkan prestasi olahraga dan keseimbangan kompetitif. Tidak mengherankan jika tindakan ini diambil tanpa konsultasi atau dialog, melanjutkan keheningan dan penghinaan yang telah ditunjukkan Stan Kroenke [pemilik Arsenal], kepada pendukung Arsenal sejak hari pertama," tulisnya.

Tottenham Hotspur Supporters Trust: "Kami menuntut Dewan segera memisahkan diri dari liga yang memisahkan diri. Hanya dengan demikian, diskusi yang berarti tentang perubahan dapat terjadi. Jika Dewan tidak melakukan ini, kami tidak akan punya pilihan selain mencari pemilik baru yang bersiap menjaga masa lalu, masa kini, dan masa depan klub hebat kami untuk melangkah maju dan bekerja bersama kami," tegas pendukung The Lilywhites.

(yna/mrp)