Dua Tahun Silam, Juergen Klopp Sudah Tolak European Super League

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 11:07 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - SEPTEMBER 12:  Liverpool Manager Jurgen Klopp talks to the media after the Premier League match between Liverpool and Leeds United at Anfield on September 12, 2020 in Liverpool, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Dua Tahun Silam, Juergen Klopp Sudah Tolak European Super League (Getty Images)
Liverpool -

Heboh soal diluncurkannya European Super League. Manajer Liverpool Juergen Kloop rupanya sudah pernah mengomentari wacana tersebut, tak berubah pendiriannya.

Pada Senin (19/4) kemarin, 12 tim resmi menggagas European Super League. Mereka adalah enam raksasa Premier League yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, kemudian tiga wakil Liga Italia yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, serta wakil Liga Spanyol yakni Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Nantinya liga ini akan diisi 20 tim, dengan delapan tim peserta tambahannya masih ditunggu keikutsertaannya sampai batas waktu tidak ditentukan. European Super League didanai oleh JPMorgan, perbankan asal Amerika Serikat dengan kucuran dana segar.

Para pesertanya mendapat uang tampil yang menggiurkan, sekitar 300 juta paun atau hampir Rp 6 T, jumlah yang bisa bertambah sesuai penampilan. Dinilai sebagai sebuah solusi di tengah pandemi.

Akan tetapi, European Super League sejatinya mendapat pertentangan. Sebab, ajang tersebut hanya membuat klub yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi makin miskin.

Belum lagi, para pemain yang berlaga bakal bak diperbudak. Selalu bermain setidaknya dua kali dalam sepekan.

UEFA mengancam klub-klub ikut dalam European Super League. Pemain yang ikutan, bakal dilarang tampil di liga domestik, Liga Champions, sampai Piala Dunia.

Manajer Liverpool, Juergen Kloop ditanya pendapatnya soal European Super League selepas laga kontra Leeds United pada Selasa (20/4) dinihari WIB.

"Opini saya tidak berubah soal European Super League," tegasnya kepada Sky Sports.

"Hal terpenting dalam sepakbola adalah suporter dan tim. Tidak ada yang bisa kita dapatkan tanpa dua hal itu, para pemain pun tidak bersalah," tambahnya.

Dua tahun silam, Juergen Klopp juga ditanya soal wacana European Super League. Tak ayal, kompetisi tersebut memang sudah lama desas-desusnya.

"Saya harap kompetisi itu tidak pernah ada. Dengan format kompetisi Liga Champions sekarang, sudah merupakan produk sepakbola terbaik," jelasnya kala itu.

(aff/krs)