Ada Klub Inggris yang Ogah-ogahan di European Super League, Siapa?

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 22 Apr 2021 12:50 WIB
A selection of scarves of the English soccer Premier League teams who are reported to be part of a proposed European Super League, laid out and photographed, in London, Monday, April 19, 2021.  The 12 European clubs planning to start a breakaway Super League have told the leaders of FIFA and UEFA that they have begun legal action aimed at fending off threats to block the competition. (AP Photo/Alastair Grant)
Florentino Perez menyebut ada satu klub Inggris yang kurang yakin dengan European Super League (Foto: AP/Alastair Grant)
Madrid -

Presiden Real Madrid Florentino Perez menyebut ada satu klub Inggris yang sejak awal tidak terlalu yakin dengan European Super League. Siapa?

Sebanyak 12 klub top Eropa menggagas European Super League yang dideklarasikan pada Senin (19/4/2021) lalu. Proyek tersebut kemudian menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Besarnya gelombang protes, terutama dari suporter, kemudian membuat enam klub Premier League menarik diri dari European Super League hanya dua hari setelah proyek itu diumumkan. Manchester City jadi klub pertama yang menyatakan mundur dari proyek ini.

Langkah City itu kemudian diikuti oleh Manchester United, Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea. Arsenal, MU, dan Liverpool kemudian juga meminta maaf kepada para pendukungnya karena terlibat di European Super League.

Florentino Perez menyebut ada satu klub Inggris yang sejak awal ogah-ogahan dengan European Super League. Menurutnya, sikap satu klub itu kemudian memengaruhi yang lain.

"Ada seseorang di klub Inggris yang tidak terlalu tertarik. Itu mulai menular ke yang lain. Ada rasa takut. Salah satu klub Inggris tidak pernah benar-benar yakin," ucap Florentino Perez dalam acara radio El Larguero, Rabu (21/4/2021) malam waktu setempat, seperti dilansir Football Italia.

"Klub-klub Inggris mencoba melakukan sesuatu, tapi mereka dibilang membunuh sepakbola. Tapi tidak ada solusi lain selain Super League. Atau seseorang berinvestasi ke hal lainnya."

"Direktur-direktur ini sebagian besar orang Amerika, mungkin dari NFL atau NBA. Mereka hengkang karena atmosfer," kata Perez di Marca.

Langkah enam klub Premier League itu kemudian diikuti oleh Atletico Madrid dan Inter Milan. Sementara itu, AC Milan masih abu-abu dan Barcelona masih bungkam.

Di sisi lain, bos Juventus Andrea Agnelli pesimistis European Super League bisa digelar menyusul mundurnya sejumlah klub. Namun, Florentino Perez menyebut proyek ini masih bisa dijalankan.

(nds/aff)