Fans Chelsea Demo European Super League, Dituding Ada Dalangnya

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 22 Apr 2021 14:50 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 20: Chelsea Technical Advisor Petr Čech (centre) speaks to fans of Chelsea Football Club protesting outside the teams Stamford Bridge ground on April 20, 2021 in London, England. Six English premier league teams have announced they are part of plans for a breakaway European Super League. Arsenal, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea and Tottenham Hotspur will join 12 other European teams in a closed league similar to that of the NFL American Football League. In a statement released last night, the new competition
Florentino Perez menuding ada dalang di balik demo fans Chelsea yang menentang European Super League (Foto: Getty Images/Rob Pinney)
Madrid -

Presiden Real Madrid Florentino Perez mengomentari demo fans Chelsea soal European Super League. Perez menuding ada dalang di belakang aksi suporter The Blues.

Chelsea jadi satu dari 12 klub Eropa yang menggagas European Super League. Langkah klub London Barat itu kemudian menuai kecaman dari suporternya.

Ratusan fans Chelsea kemudian menggelar demo di depan Stamford Bridge pada Selasa (20/4/2021) sore waktu setempat sebelum pertandingan melawan Brighton & Hove Albion. Aksi suporter tersebut sempat membuat bus yang membawa rombongan pemain Chelsea kesulitan memasuki area Stamford Bridge.

Pada akhirnya, Chelsea memutuskan mundur dari European Super League. Florentino Perez menyebut ada dalang di balik demo suporter Chelsea itu.

"Ada 40 orang (fans Chelsea) dan saya bisa sebut siapa yang menempatkan mereka di sana. Orang yang sama dengan yang memberi Cadiz kaus (anti-Super League)," kata Perez dalam acara radio El Larguero usai Madrid menang atas Cadiz dalam lanjutan LaLiga, Kamis (22/4/2021) dini hari WIB, seperti dilansir ESPN.

"Itu tidak normal, kami harus memberi contoh. Sepakbola penuh dengan nilai-nilai," katanya.

Florentino Perez juga mengaku terkejut dengan masifnya gelombang protes terhadap European Super League.

"Saya tidak pernah melihat serangan sebesar ini, seolah itu diatur, itu mengejutkan kami semua," ucap Perez.

"Saya sudah terlibat dalam sepakbola selama 20 tahun, ini adalah agresivitas yang tak pernah saya lihat dalam hidup saya. Kami dapat ancaman, seolah kami membunuh seseorang, membunuh sepakbola," katanya soal besarnya penolakan terhadap European Super League.

Chelsea dan Real Madrid akan saling berhadapan di semifinal Liga Champions. Madrid akan lebih dulu jadi tuan rumah di leg pertama pada 27 April.

(nds/cas)