European Super League Layaknya Federer Vs Nadal

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 23 Apr 2021 08:30 WIB
SHANGHAI, CHINA - OCTOBER 15:  Roger Federer of Switzerland with Rafael Nadal of Spain pose with their trophy after the Mens singles final mach on day eight of 2017 ATP Shanghai Rolex Masters at Qizhong Stadium on October 15, 2017 in Shanghai, China.  (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
European Super League menarik layaknya Federer vs Nadal Lintao Zhang/Getty Images
Madrid -

Florentino Perez mengibaratkan European Super League seperti Roger Federer vs Rafael Nadal. Duel di ajang ini bakal tetap dinantikan, meski klub kerap berjumpa.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bersikukuh European Super League (ESL) bakal tetap digulirkan. Pria yang juga baru saja diangkat sebagai Presiden ESL ini tak ciut nyali meski klub penggagas ajang ini satu per satu mengundurkan diri.

Tim Big Six dari Liga Inggris yaitu Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur sudah menarik diri dari ESL. Langkah tersebut kemudian diikuti dengan Inter Milan, AC Milan dan Atletico Madrid.

Kini hanya tersisa, Real Madrid, Barcelona dan Juventus yang ingin tetap berlaga di kompetisi ini. Klub-klub di atas memilih untuk mundur setelah mendapat yang sangat besar dari para fan.

Fan menilai European Super League hanya akan menguntungkan tim besar dan mengkhianati semangat kompetisi dari sepakbola. Pasalnya, European Super League tak mengenal degradasi dan promosi.

Anggapan ini berusaha ditepis oleh Perez. Ia mengatakan bahwa uang besar yang berputar di ESL juga bakal berdampak ke banyak pihak bukan hanya tim besar.

Perez juga tak masalah jika nantinya ESL harus berubah format akibat mundurnya sebagian besar tim. Ia yakin ESL bakal tetap menarik karena ajang ini masih akan menyajikan duel dua tim besar yang menyedot atensi banyak pihak.

Perez mengibaratkan ESL layaknya duel Roger Federer dan Rafael Nadal di lapangan tenis. Dua petenis ini sudah bertemu 40 kali termasuk dalam sembilan pertandingan Grand Slam.

Meski begitu, pertandingan kedua selalu dinantikan. Keduanya memang punya reputasi yang luar biasa. Federer dan Nadal saat ini sama-sama telah mengumpulkan 20 gelar Grand Slam.

"Proyek selalu dalam keadaan siap. Kami akan terus bekerja.
"Saya yakin bahwa jika proyek ini tidak berhasil, proyek serupa akan melakukannya," ujar Perez kepada El Larguero dikutip dari Eurosport.

"Ini adalah piramida. Jika ada uang di puncak, uangnya akan turun dan ada uang untuk semua orang. Jika tidak ada uang di atas... (tidak ada uang untuk yang di bawah."

"Jika Nadal bermain melawan Federer, semua orang akan menonton. Namun, jika Nadal menghadapi pemain peringkat 80 dunia jelas tidak ada yang menonton," tegasnya.



Simak Video "Arsenal Akan Cuci Gudang, Final Liga Champions Didesak Untuk Dipindah"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/mrp)