Arteta Sulit Percaya Arsenal Tersingkir

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 05:36 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 06: Emile Smith Rowe (L) of Arsenal is helped up by team mate Thomas Partey as they both look dejected following the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between Arsenal and Villareal CF at Emirates Stadium on May 06, 2021 in London, England. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Arsenal tersingkir di semifinal Liga Europa. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Mikel Arteta menilai Arsenal tampil cukup oke dan punya kesempatan lebih bagus untuk lolos. Namun detail-detail kecil menggagalkan mereka.

Arsenal gagal ke final Liga Europa usai berimbang 0-0 kontra Villarreal di Emirates Stadium, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB pada semifinal leg kedua. The Gunners terdepak karena kalah agregat 1-2.

Butuh satu gol saja untuk lolos, Arsenal cukup kesulitan menembus Villarreal. Namun bukannya anak-anak asuh Mikel Arteta tanpa peluang.

Arsenal punya dua kesempatan bagus yang dimentahkan oleh tiang gawang, keduanya dari Pierre-Emerick Aubameyang. Secara keseluruhan Arsenal punya 14 percobaan dengan yang on target, sedang Villarreal punya delapan upaya di mana tiga mengarah ke gawang.

Manajer Arsenal Mikel Arteta percaya timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik, kendati performa tim tak optimal.

"Kami hancur, sangat kecewa. Kami harus menyelamati Villarreal. Kami mencoba segalanya sampai menit terakhir. Saya rasa kami layak untuk menang, tapi detail-detail menentukan pertemuan ini," ungkapnya kepada BT Sport dikutip BBC.

"Kami punya tiga peluang besar. Mereka tak punya apapun, tapi lolos. Jadi banyak hal terjadi pada kami dan begitu banyak pemain mencoba bertanding tidak dalam kondisi terbaik,"

"Kami tersingkir karena banyak hal. Start kami di Villarreal tidak cukup bagus. Kami tidak datang ke laga kali ini dalam momen bagus, dengan para pemain dalam kondisi bagus. Untuk 90% pemain, ini merupakan semifinal pertama dan kami harus belajar," imbuh Mikel Arteta.

(raw/adp)