Ada yang Mengganjal Hati Solskjaer Meski MU ke Final

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 07:00 WIB
ROME, ITALY - MAY 06: Edin Dzeko of A.S Roma has a shot saved by David de Gea of Manchester United during the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between AS Roma and Manchester United at Stadio Olimpico on May 06, 2021 in Rome, Italy. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)
Manchester United lolos ke final Liga Europa meski kalah di markas AS Roma. (Foto: Getty Images/Paolo Bruno)
Jakarta -

Manchester United ke final Liga Europa usai menyingkirkan AS Roma. Tapi ada sesuatu yang mengganjal hati Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer.

Manchester United lolos ke final Liga Europa meski kalah 2-3 dari AS Roma di Olimpico, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB pada semifinal leg kedua. 'Setan Merah' lolos dengan agregat 8-5, setelah sebelumnya menang 6-2 di Old Trafford.

Pada laga di Roma malam tadi, MU banyak tertekan. Tuan rumah punya 22 percobaan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara MU punya 13 tembakan, lima di antaranya on target.

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengakui timnya lolos karena penampilan gemilang di babak kedua pada leg pertama lalu. Dalam 45 menit, Edinson Cavani dkk membalikkan ketertinggalan 1-2 menjadi 6-2, alias memborong lima gol di periode tersebut.

MU boleh saja ke final, tapi penampilan di markas Roma disebut mengecewakan. Solskjaer menggunakan kesempatan ini untuk memuji David de Gea yang tampil oke di bawah mistar gawang.

"Rasanya menyenangkan bisa mencapai final. Kami memainkan satu babak yang sangat-sangat bagus di Old Trafford, yang meloloskan kami. Tapi saya kecewa kami kalah, terutama dengan cara main kami di babak kedua hari ini," ungkap Ole Gunnar Solskjaer.

"Skornya bisa saja dengan mudah jadi 8-6 buat mereka. Ini pertandingan yang aneh. Kami terus memberikan bola ke mereka, tapi untungnya kami punya salah satu kiper terbaik di dunia. Kami di final dan menantikan tanggal 26 Mei," ujarnya kepada BT Sport dikutip BBC.

Di partai final, MU akan menghadapi Villarreal. Villarreal lolos usai menghentikan Arsenal dengan agregat 2-1.

(raw/bay)