Arsenal Terancam Absen di Kancah Eropa Musim Depan

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 08:30 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 06: Emile Smith Rowe (L) of Arsenal reacts as he is embraced by team mate Eddie Nketiah following the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between Arsenal and Villareal CF at Emirates Stadium on May 06, 2021 in London, England. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Ekspresi kekecewaan para pemain Arsenal usai tersingkir di Liga Europa. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
London -

Arsenal disingkirkan Villarreal dari ajang Liga Europa. Hasil itu membuat The Gunners terancam absen di kancah Eropa musim depan, pertama dalam 25 tahun terakhir.

Pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB, Arsenal yang butuh gol justru hanya bermain imbang 0-0. Skor tersebut memastikan Villarreal melaju ke partai puncak, sebab di leg pertama tim besutan Unai Emery itu menang 2-1.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Arsenal. Sebab, jalur Liga Europa menjadi satu-satunya harapan Pierre-Emerick Aubameyang lolos ke Liga Champions musim depan. Apalagi mereka sudah sulit meraihnya lewat jalur klasemen Liga Inggris.

Saat ini, Arsenal masih tercecer di urutan sembilan dengan 49 poin dari 34 laga, terpaut 12 poin dari Chelsea yang menempati peringkat empat, slot terakhir Liga Champions.

Kalaupun memenangi empat laga sisa dan Chelsea kalah terus di sisa laga yang dimiliki, tak ada jaminan tim-tim lain seperti West Ham United, Tottenham Hotspur, atau Liverpool semuanya tergelincir.

Kini, harapan realistis hanyalah menuju Liga Europa atau Europa Conference League, kompetisi kasta ketiga Eropa yang akan dimulai musim depan. Ini pun tak mudah. Arsenal masih harus bersaing dengan tiga nama yang disebut di atas, plus Everton, yang memiliki poin lebih banyak.

Jika finis di enam besar, maka Arsenal berhak ke Liga Europa. Jika hanya finis di urutan ketujuh, maka Arsenal hanya akan tampil di Europa Conference League. Di luar zona itu, Arsenal akan absen di kancah Eropa untuk pertama kalinya sejak 1995/96.

Manajer Arsenal Mikel Arteta pun menyadari beratnya peluang Arsenal lolos ke kompetisi antar klub Eropa musim depan. Ia berharap anak-anak asuhnya mampu bangkit dan tampil maksimal di sisa Liga Inggris musim ini.

"Sekarang satu-satunya cara lolos ke Eropa adalah melalui Premier League, jadi kami sudah tahu apa yang kami hadapi. Hari ini sangat mengecewakan, karena kami sudah mencoba segalanya," ujar Arteta kepada BT Sport selepas disingkirkan Villarreal.

[Gambas:Opta]

(adp/bay)