MU Gagal Juara Liga Europa, Marcus Rashford Dikritik

Lucas Aditya - Sepakbola
Kamis, 27 Mei 2021 17:10 WIB
GDANSK, POLAND - MAY 26: Marcus Rashford of Manchester United scores their teams fourth penalty in the penalty shoot out during the UEFA Europa League Final between Villarreal CF and Manchester United at Gdansk Arena on May 26, 2021 in Gdansk, Poland. (Photo by Maja Hitij/Getty Images)
Marcus Rashford dikritik karena gagal membawa Manchester United juara Liga Europa. (Foto: Getty Images/Maja Hitij)
Jakarta -

Marcus Rashford gagal bersinar saat Manchester United menjalani final Liga Europa 2020/2021. Pemain 23 tahun itu mendapatkan kritik.

MU takluk dari Villarreal di final Liga Europa 2020/2021. Dalam laga di Stadion Energa, Gdansk, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB, Setan Merah takluk 10-11 saat adu penalti.

Pada babak pertama, MU ketinggalan pada menit ke-29. Gol Gerrard Moreno yang membawa tim Kapal Selam Kuning unggul. MU bisa menyamakan kedudukan via Edinson Cavani dengan gol pada menit ke-55.

Dalam data yang dicatat oleh Whoscored, MU cuma membukukan sebanyak 2 shot on target. Catatan itu satu tembakan lebih banyak dari Villarreal.

Selain Cavani, Rashford merupakan pemain MU yang membukukan tembakan tepat sasaran. Rashford menjadi pemain MU yang paling banyak menembak, 4 kali, Akurasinya buruk, 25 persen.

Karena penampilan Rashford yang kurang maksimal, dia menjadi sasaran serangan rasial di sosial media. Akun resmi MU sampai meminta pengguna media sosial membantu untuk menangani serangan-serangan ke pemainnya.

Eks pemain MU, Keith Gillespie, juga ikut mempertanyakan permainan Rashford. Performa buruk pemain nomor punggung 10 itu disebut masih misteri.

"Anda ingin melihat para pemain besar United bisa tampil menonjol malam ini dan Marcus Rashford menjadi misteri buat saya malam ini," kata Gillespie di BBC.

"Bagaimana dia benar-benar tetap di lapangan, saya tidak tahu. Selama berbulan-bulan, dia sangat buruk," kata dia menambahkan.

[Gambas:Instagram]



(cas/rin)