Final Liga Champions: Dag Dig Dug Man City Jelang Pengalaman Pertama

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 28 Mei 2021 15:55 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 17: Benjamin Mendy of Manchester City and Timo Werner of Chelsea  battle for the ball  during the Semi Final of the Emirates FA Cup match between Manchester City and Chelsea FC at Wembley Stadium on April 17, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Adam Davy - Pool/Getty Images)
Manchester City dan Chelsea bertemu di final Liga Champions 2020/2021. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Manchester City menatap final Liga Champions pertama dalam sejarahnya akhir pekan ini. Tak pernah sebelumnya Man City sedekat ini dengan trofi Liga Champions.

Manchester City menghadapi Chelsea di Estadio Do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB pada final Liga Champions. Ini adalah final pertama The Citizens, setelah pencapaian terbaik sebelumnya adalah semifinal pada 2015/2016.

Memenangi Liga Champions adalah ambisi besar selanjutnya dari Man City, sejak diakuisisi oleh Abu Dhabi United Group pada 2008. Sebab Premier League sudah tertaklukkan di lima kesempatan dan tak ada cara lain untuk menyejajarkan diri dengan raksasa-raksasa Eropa lainnya, kecuali dengan titel Liga Champions.

Banner Final Liga Champions

Meski demikian, final Liga Champions pertama dan segala pertaruhannya niscaya menghadirkan tekanan yang tak kecil. Gelandang Man City Oleksandr Zinchenko mengakui partai melawan Chelsea akhir pekan ini bikin ia dan rekan-rekannya cukup deg-degan.

"Saya antusias banget menyambut final, tapi di saat yang sama agak gugup yang mana normal karena saya manusia biasa dan bukan mesin. Saya rasa semua orang sedikit merasakan ketegangan, yang mana normal," katanya.

"Segera setelah memasuki lapangan, Anda harus menyingkirkannya dan fokus saja ke pertandingan. Semua orang memimpikan ini dan ingin mengangkat trofinya. Kami cuma melakukan tugas kami dan sisanya bukan urusan kami lagi," ujar pemain asal Ukraina itu di situs resmi klub.

Detail-detail kecil berpotensi menjadi pembeda di partai-partai semacam ini. Oleh karena itu menekan kesalahan hingga seminim mungkin adalah sebuah keharusan, salah satunya dengan penampilan fokus dan solid.

"Pertama-tama, saya rasa kami cuma perlu fokus, fokus ke permainan dan apa yang harus dilakukan di lapangan. Juga kebersamaan, kami harus tampil sebagai satu tim dan seperti yang sudah kami tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir," sambung Zinchenko.

"Mungkin pada akhirnya Anda harus sedikit beruntung, tapi Anda juga perlu membuat diri Anda layak mendapatkan keberuntungan itu, inilah yang terpenting. Anda mesti bekerja keras dan mengupayakannya," ucapnya jelang laga final Liga Champions akhir pekan ini.

(raw/krs)