Madrid, Juventus, dan Barcelona Kini Tak Harus Takut Diancam UEFA

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 31 Jul 2021 06:05 WIB
NYON, SWITZERLAND - JULY 18:  The UEFA logo is seen on the UEFA Champions League trophy as it is prepared for the UEFA 2014/15 Champions League third qualifying rounds draw at the UEFA headquarters, The House of European Football, on July 18, 2014 in Nyon, Switzerland.  (Photo by Harold Cunningham/Getty Images for UEFA)
UEFA dilarang untuk mengancam peserta European Super League. (Foto: Harold Cunningham)
Jakarta -

Real Madrid, Juventus, dan Barcelona memenangi perkara terkait European Super League melawan UEFA. Ketiga klub itu senang karena tidak harus tunduk kepada UEFA.

UEFA mengecam adanya European Super League. Sejauh ini Madrid, Juventus, dan Barcelona menjadi tiga klub yang masih ngotot menggulirkan ESL.

Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, Liverpool, dan Manchester City sebelumnya udah menyatakan mundur dari keikutsertaan di ESL. Tak lama berselang AC Milan, Inter Milan, dan Atletico Madrid juga ikutan mundur.

Madrid, Juventus, dan Barcelona tak tinggal diam atas segala ancaman yang dilayangkan UEFA. Ketiga klub tersebut kemudian membawa kasus ke Pengadilan Uni-Eropa yang disodorkan oleh hakim Spanyol, Manuel Ruiz de Lara.

Hasilnya adalah kemenangan untuk tiga klub tersebut. Madrid, Juventus, dan Barcelona. Ketiga klub itu kini tidak harus tunduk lagi kepada UEFA, karena keputusan pengadilan harus diikuti dan bisa kembali memulai proyek untuk memajukan sepakbola.

"Kami senang karena tidak harus tunduk pada ancaman UEFA. Tujuan kami adalah untuk terus mengembangkan proyek Liga Super secara konstruktif dan kooperatif. Kami akan selalu mengandalkan semua badan yang berkepentingan dengan permainan sepakbola: penggemar, pemain, pelatih, klub, liga, dan asosiasi nasional dan internasional," bunyi pernyataan Madrid, Juventus, dan Barcelona.

Meski memenangi perkara di pengadilan, Madrid, Juventus, dan Barcelona sadar betul bahwa harus ada perubahan dari proposal ESL. Dialog dengan pihak terkait juga mereka butuhkan demi kelancaran proyek ESL.

"Kami menyadari bahwa ada unsur-unsur proposal kami yang harus diubah dan, tentu saja, dapat ditingkatkan melalui dialog dan musyawarah. Kami tetap yakin terhadap keberhasilan proyek ini dan akan selalu mematuhi undang-undang Uni Eropa."



Simak Video "Prediksi Real Madrid vs Barcelona Bareng PRMI dan Indobarca Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)