Jorginho 'Sumpal' Mulut Rio Ferdinand dengan Gelar Pemain Terbaik

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 17 Sep 2021 19:45 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14: UEFA President, Aleksander Ceferin presents Jorginho of Chelsea with the Mens player of the year award 2020/2021 prior to the UEFA Champions League group H match between Chelsea FC and Zenit St. Petersburg at Stamford Bridge on September 14, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Gelandang Chelsea Jorginho diberi trofi pemain terbaik oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
London -

Rio Ferdinand pernah mengkritik permainan Jorginho di Chelsea. Gelandang Italia itu membalasnya dengan gelar pemain terbaik UEFA.

Jorginho diganjar gelar pemain terbaik UEFA 2020/2021. Pemain 29 tahun itu memang tampil apik di kompetisi Eropa musim lalu.

Jorginho membantu Chelsea memenangkan trofi Liga Champions, dan membawa Timnas Italia berjaya di Euro 2020. Eks pemain Hellas Verona dan Napoli itu kemudian menambah trofinya dari Piala Super Eropa.

Alhasil, UEFA menganugerahkan gelar pemain terbaik kepada Jorginho. Prestasi itu kemudian dijadikan Jorginho untuk membalas kritikan yang pernah dialamatkan kepadanya.

Salah satu yang pernah mengkritik Jorginho adalah Rio Ferdinand. Eks bek Manchester United itu pernah menyebut sang gelandang seolah tak bisa apa-apa.

"Dia tak memberi assist. Dia bukan gelandang hebat. Ketika melawan tim besar, dia dikepung dan tidak bisa berlari," kata Ferdinand, yang menjadi pundit BT Sports.

Dan usai memenangkan gelar pemain terbaik UEFA, Jorginho membagikan video yang isinya komentar ferdinand kemudian Jorginho diberi gelar pemain terbaik UEFA oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

[Gambas:Instagram]

Jorginho membagikannya di media sosial, sehari setelah diberi gelar tersebut. Video itu dinilai menjadi semacam balasan Jorginho kepada Ferdinand.

Sebagai gelandang, Jorginho memang bukan tipikal pencetak gol atau assist, yakni baru membuat 13 gol sejak 2018. Namun, pemain 29 tahun itu bisa menjaga keseimbangan lini tengah Chelsea, yang membuat Si Biru menjadi lebih solid.

(yna/aff)