MU VS Atalanta: MU Jangan Mudah Tertembus Lagi

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 20 Okt 2021 19:45 WIB
Manchester Uniteds Paul Pogba, right, talks to Manchester Uniteds Cristiano Ronaldo during the English Premier League soccer match between Leicester City and Manchester United at King Power stadium in Leicester, England, Saturday, Oct. 16, 2021. (AP Photo/Rui Vieira)
Manchester United menelan empat kekalahan dalam tujuh laga terakhir. (Foto: AP/Rui Vieira)
Jakarta -

Kekalahan dari Leicester City jadi tamparan keras buat Manchester United. 'Setan Merah' mengakui perlu bertahan lebih baik.

Manchester United kalah 2-4 dari Leicester City di lanjutan Premier League, Sabtu (16/10/2021) lalu. Itu adalah kekalahan keempat dalam tujuh pertandingan terakhir, dengan hanya dua kemenangan yang direbut.

Tren itu jadi bekal yang niscaya tak diinginkan MU, dengan periode berat yang menanti. MU akan menghadapi Atalanta di Matchday 3 Liga Champions, Kamis (21/10) dini hari WIB nanti, lalu melawan Liverpool, Tottenham Hotspur, Atalanta (leg II), dan Manchester City.

Usai kekalahan di markas Leicester City, Manchester United melakukan pembicaraan serius untuk mengatasi problem saat ini. Skuad besutan Ole Gunnar Solskjaer itu menyadari masih kurang solid sebagai sebuah tim.

Atalanta, yang sementara memuncaki Grup F, akan memberikan tantangan lain dan ujian penting buat mereka.

"Kami sudah bicara sebagai sebuah tim, sebagaimana yang kami lakukan entah saat menang atau kalah. Kami tahu laga berikutnya adalah kesempatan lain untuk meningkat dan itu selalu jadi targetnya," kata Marcus Rashford dikutip Manchester Evening News.

"Bukan cuma setelah kekalahan kok kami mengobrolkan situasi. Setelah beberapa laga di mana kami menang dan kami tahu tidak bermain baik, itu sama pentingnya, kalau bukan lebih penting, untuk membahasnya karena Anda ingin mengatasinya secepat mungkin."

"Khususnya di Premier League, Anda harus bertahan dengan baik. Saya bukan cuma bicara tentang kiper dan empat bek. Tapi sebagai sebuah tim Anda harus bertahan sebagai satu kesatuan dan melawan Leicester kami terlalu terbuka, sesimpel itu."

"Mereka tim yang bagus, sebagaimana banyak tim lainnya di luar sana, dan kemarin itu kami terlalu mudah ditembus. Itu sesuatu yang sudah kami analisis dan kami akan melakukan yang terbaik untuk tak membiarkan itu terjadi lagi," imbuhnya.

(raw/krs)