Karena Sergi Tak Mau Barca Gagal Lolos Fase Grup Liga Champions (Lagi)

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 02 Nov 2021 11:40 WIB
BARCELONA, SPAIN - OCTOBER 30: Sergi Barjuan. Interim Head Coach of FC Barcelona looks on prior to the LaLiga Santander match between FC Barcelona and Deportivo Alaves at Camp Nou on October 30, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Alex Caparros/Getty Images)
Pelatih interim Barcelona, Sergi Barjuan. Foto: Getty Images/Alex Caparros
Jakarta -

Sewaktu masih jadi pemain, Sergi Barjuan tahu rasanya gagal membawa Barcelona lolos dari fase grup Liga Champions. Sebagai pelatih, ia jelas tak mau mengalami nasib serupa.

Sergi membela Barcelona pada periode 1988-2002, dengan lima tahun pertama dihabiskan bersama tim akademi, Barcelona C, dan Barcelona B. Sewaktu menembus tim senior, ia menjadi bek kiri andalan Blaugrana yang memenangi tiga trofi LaLiga, dua Copa del Rey, dan satu Piala Winnners.

Namun terlepas dari status Barcelona sebagai tim besar di Eropa, ada masa-masa di mana mereka merasakan paceklik gelar, termasuk tiga musim terakhir Sergi di Camp Nou. Salah satu periode kelam itu terjadi di musim 2000/01.

Kala itu, Barcelona hancur-lebur di Liga Champions. Mereka finis di posisi ketiga Grup H, di bawah AC Milan dan Leeds United. Sergi dkk pun terbuang ke Piala UEFA, di mana langkah mereka di sana terhenti di semifinal oleh Liverpool yang akhirnya menjadi juara.

Di kancah domestik, nasib Barcelona juga tak lebih baik. Mereka disingkirkan Celta Vigo di semifinal Copa del, sedangkan di Liga Spanyol mereka cuma finis urutan empat, di bawah Real Madrid, Deportivo La Coruna, dan Real Mallorca.

18 Oct 2000:  Barcelona team photograph taken before the UEFA Champions League match against AC Milan at the San Siro in Milan, Italy.  The match was drawn 3-3.  Mandatory Credit: Clive Brunskill /AllsportSergi (tengah bawah) menjadi salah satu penggawa Barcelona yang gagal lolos fase grup Liga Champions 2000/01. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

Kini Sergi kembali ke Barcelona menjadi pelatih interim, menggantikan eks rekan setimnya, Ronald Koeman. Kebetulan, situasi klub juga sedang tak enak. Adanya kesulitan finansial, ditambah kepergian Lionel Messi, membuat hasil-hasil di lapangan pun menjadi pahit.

Khusus di Liga Champions, Barcelona baru menang sekali dan sudah kalah dua kali, berada di urutan ketiga klasemen Grup E dengan tiga poin, di bawah Benfica (4 poin) dan Bayern Munich (9 poin). Jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur, Barcelona wajib mengalahkan Dynamo Kiev pada Rabu (3/11) pukul 03.00 WIB nanti.

Tak ada alasan untuk tidak menang, jika masih ingin menembus 16 besar. Khusus bagi Sergi, ia tak mau menjadi bagian dari generasi yang lagi-lagi membuat wajah Barcelona tercoreng dengan tersingkir dini di Liga Champions.

"Barcelona punya kewajiban untuk menang (atas Kiev). Memang ada periode buruk, seperti yang dialami saat ini. Tapi kami harus tetap menang. Itulah satu-satunya cara untuk mendapat respek dari lawan. Kami harus membuat pernyataan (dengan cara menang)," ujar Sergi jelang melawan Kiev, dikutip Marca.

"Kemenangan akan membawa kebahagiaan dan mengubah sikap para pemain menjadi positif. Kami harus jadi kuat. Saya percaya skuad ini mampu membalikkan situasi meski terkendala badai cedera," jelas Sergi Barjuan.

(adp/cas)