ADVERTISEMENT

Wasit Final UCL 2016: Gol Ramos Offside, Penalti Griezmann 'Hadiah'

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 05 Nov 2021 18:43 WIB
MILAN, ITALY - MAY 28:  Cristiano Ronaldo of Real Madrid battles with Saul Niguez of Atletico Madrid during the UEFA Champions League Final match between Real Madrid and Club Atletico de Madrid at Stadio Giuseppe Meazza on May 28, 2016 in Milan, Italy.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Duel Madrid vs Atletico di Final Liga Champions 2016. Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos
Jakarta -

Mark Clattenburg bicara soal Final Liga Champions 2016 antara Real Madrid vs Atletico Madrid. Ia menyebut gol Sergio Ramos harusnya offside, dan penalti Antoine Griezmann adalah 'hadiah' darinya.

Clattenburg merupakan wasit dalam pertandingan yang berlangsung di San Siro, Milan pada 28 Mei 2016 tersebut. Kala itu, Madrid unggul lebih dulu lewat gol Ramos di menit ke-15.

Berawal dari tendangan bebas Toni Kroos ke kotak penalti, bola disundul oleh Gareth Bale, lalu diselesaikan Ramos dengan sontekan di depan gawang Atletico.

MILAN, ITALY - MAY 28:  Sergio Ramos of Real Madrid scores the opening goal during the UEFA Champions League Final match between Real Madrid and Club Atletico de Madrid at Stadio Giuseppe Meazza on May 28, 2016 in Milan, Italy.  (Photo by Clive Rose/Getty Images)Proses gol Ramos, yang menurut Clattenburg harusnya dianulir karena offside. Foto: Getty Images/Clive Rose

Proses gol itu kontroversial, sebab tayangan ulang menunjukkan Ramos sudah offside saat menerima umpan Bale. Clattenburg sebenarnya sempat ragu akan gol tersebut, namun situasi di lapangan membuatnya sulit mengambil keputusan dengan kepala dingin.

"Saat bola dikirim (oleh Kroos), saay tahu ada sentuhan dari Bale di tengah kotak penalti. Bola kemudian mengarah ke Ramos yang akhirnya mencetak gol," ujar Clattenburg dalam kepada podcast Brazilian Shirt Name, dikutip Marca.

"Saya bilang ke asisten saya, tapi situasinya sulit dengan bisingnya suara yang ada. 'Apakah memang ada sentuhan (dari Bale)? Kamu tahu ada sentuhan?' tapi dia cuma diam saja. Saya bisa lihat dia menatap ke layar raksasa. Jadi sekitar semenit kemudian laga dilanjutkan karena saya harus melakukannya," jelas Clattenburg.

Kalau saja saat itu ada Video Assistant Referee (VAR), mungkin saja situasinya akan berbeda. Namun karena waktu itu teknologi tersebut belum diperkenalkan, maka Clattenburg pun melakukan hal nyeleneh untuk 'menebus dosa', yakni memberi penalti pada Atletico.

Hal itu terjadi di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-46, saat terjadi perebutan bola di kotak penalti Madrid antara Pepe dan Fernando Torres. Situasi tersebut sebetulnya 50-50, namun Clattenburg akhirnya menunjuk titik putih.

MILAN, ITALY - MAY 28:  Referee Mark Clattenburg gives a penalty to Club Atletico de Madrid after Fernando Torres of Atletico Madrid (on floor) is fouled in the box by Pepe of Real Madrid (no3) during the UEFA Champions League Final match between Real Madrid and Club Atletico de Madrid at Stadio Giuseppe Meazza on May 28, 2016 in Milan, Italy.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)Clattenburg menunjuk titik putih saat Torres (9) terjatuh usai berduel dengan Pepe (3), yang diprotes para pemain Madrid. Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos

"Saya beruntung sekitar 2-3 awal babak kedua, ada situasi penalti yang sifatnya 50-50. (Fernando) Torres sangat pintar memosisikan dirinya berada di depan Pepe membuatnya melakukan pelanggaran," lanjut Clattenburg.

"Saya memberikan (penalti) itu agar situasi kembali seimbang. Itu salah satu skenario sempurna dalam memimpin pertandingan dan saya memberikan penalti," jelas Clattenburg.

Penalti yang diambil oleh Antoine Griezmann itu pada akhirnya menerpa mistar dan gagal menjadi gol. Namun Yannick Carrasco berhasil mencetak gol di menit ke-79 untuk menyamakan kedudukan. Laga berakhir imbang selama 120 menit dan diselesaikan lewat adu penalti, di mana Madrid unggul 5-3 dan berhasil menjadi juara.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT