Madrid Dikritik, Ancelotti: Laga Tak Dimenangkan dengan Penguasaan Bola

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 08 Des 2021 11:40 WIB
MADRID, SPAIN - DECEMBER 07: Toni Kroos of Real Madrid scores their sides first goal during the UEFA Champions League group D match between Real Madrid and FC Internazionaleat Estadio Santiago Bernabeu on December 07, 2021 in Madrid, Spain. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Gol Toni Kroos membawa Real Madrid unggul di babak pertama atas Inter Milan. (Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)
Jakarta -

Real Madrid disoroti karena dianggap bermain terlalu pasif saat menghadapi Inter Milan. Pelatih Madrid Carlo Ancelotti menegaskan yang terpenting adalah menang.

Real Madrid menang 2-0 atas Inter Milan dalam laga Matchday 6 Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (8/12/2021) dini hari WIB tadi. Los Blancos memimpin 1-0 di babak pertama berkat Toni Kroos.

Keunggulan jumlah pemain akibat kartu merah Nicolo Barella dimanfaatkan Real Madrid jadi gol kedua pada menit ke-79, yang dibuat Marco Asensio. Kemenangan ini memastikan Madrid lolos sebagai juara Grup D disusul Inter Milan sebagai runner-up.

Sebagaimana pada pertemuan pertama, Madrid tak terlalu agresif menekan Inter Milan. Toni Kroos dkk mengincar peluang dari serangan-serangan cepat dan itu berjalan efektif.

Mereka punya 15 percobaan dengan lima on target plus satu peluang membentur tiang. Sementara Inter punya 17 tembakan dengan hanya tiga yang mengarah ke gawang.

Madrid mencatatkan penguasaan bola sebesar 49% dan memang tak berniat untuk terlalu agresif menekan balik Inter. Carlo Ancelotti tak mau mengambil risiko terlalu besar.

"Inter itu tim kuat, mereka sulit dikontrol karena menyerang dengan baik, menguasai pertandingan, dan jujur kami tidak tertarik untuk menekan jauh hingga area mereka," ungkapnya.

Meski demikian, pendekatan permainan Madrid juga disoroti karena dianggap terlalu pasif. Ancelotti tak mau ambil pusing soal komplain ini karena toh pada akhirnya Madrid menang.

"Ketika Inter mengontrol lebih banyak di babak pertama, kami relatif masih menjaga risiko tetap minimal dan tidak perlu melakukan sesuatu yang luar biasa, terutama setelah unggul," ujarnya.

"Kami berbahaya dalam serangan balik, bisa saja mendapatkan gol kedua sebelum jeda. Jadi ya pertandingannya berjalan cukup baik."

"Orang-orang agak bersikap kritis dan komplain bahwa Real Madrid tidak mendominasi penguasaan bola. Tapi Anda tak memenangkan pertandingan dengan penguasaan bola, Anda menang kalau bikin gol," kata pelatih 62 tahun ini.



Simak Video "Inggris Tetapkan Ledakan di Luar RS Liverpool Serangan Terorisme"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)