Barcelona Bukan Lagi Elite Eropa, Sudah Jadi 'Rakyat Biasa'

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 09 Des 2021 18:50 WIB
Barcelonas Ronald Araujo reacts after the third goal of Bayern during the Champions League group E soccer match between Bayern Munich and FC Barcelona in Munich, Germany, Wednesday, Dec. 8, 2021. (AP Photo/Matthias Schrader)
Barcelona tersingkir di fase grup Liga Champions. Foto: AP/Matthias Schrader
Jakarta -

Barcelona secara tragis tersingkir di fase grup Liga Champions musim ini. Skuad asuhan Xavi Hernandez tak lagi dianggap sebagai tim elite di Eropa.

Barcelona menampilkan performa terburuk di Liga Champions dalam dua dekade terakhir, jika mengacu hasil yang diraih. Sergio Busquets dkk hanya finis di urutan ketiga Grup E, di bawah Bayern Munich dan Benfica yang melaju ke 16 besar.

Di laga terakhir fase grup menghadapi Bayern, Barcelona yang butuh kemenangan malah kalah 0-3. Meski secara teknis tak punya kepentingan apapun di laga ini, Bayern tetap turun dengan kekuatan penuh. Mungkin mereka mengincar hadiah uang kemenangan, tapi itu lain soal.

Problemnya adalah Barcelona juga menurunkan kekuatan penuh, namun tak bisa berbuat apa-apa. Barcelona yang doyan menguasai laga itu malah dikuasai oleh Bayern. Barisan belakang yang dipimpin Gerard Pique keteteran menghadapi serangan balik cepat dari Die Roten.

Kekalahan 0-3 pun bukan lagi menjadi kejutan. Sebab 16 bulan yang lalu, juga di Liga Champions, Barcelona pernah kalah lebih telak lagi dari Bayern, yakni 2-8. Padahal Barcelona saat itu masih dihuni Lionel Messi, Luis Suarez, dan Antoine Griezmann.

Jadi sekarang bisa dibilang ada kemajuan. Pada pertemuan pertama September lalu di Camp Nou, Barcelona juga kalah 0-3 dari Bayern, tapi tak mampu menciptakan satupun shot on goal. Di laga ini, setidaknya Manuel Neuer dua kali bekerja menyelamatkan gawang.

Tapi apakah itu cukup? Jelas tidak.

Barcelona's Sergio Busquets, background, holds Bayern's Jamal Musiala during the Champions League group E soccer match between Bayern Munich and FC Barcelona in Munich, Germany, Wednesday, Dec. 8, 2021. (AP Photo/Matthias Schrader)Barcelona tak berdaya menghadapi Bayern. Foto: AP/Matthias Schrader

Kekalahan itu memperjelas status Barcelona saat ini di kancah sepakbola Eropa. Mereka kini bukan lagi tim elite. Itu pun diakui pemain mereka sendiri, Ronald Araujo.

"Pada akhirnya, kami tidak lolos (dari fase grup) bukan karena laga ini, tapi karena apa yang kami lakukan di laga-laga sebelumnya," ujar Araujo kepada Movistar seusai laga, dan dikutip BBC.

"Betul bahwa saat ini, posisi kami bukan di antara tim-tim terbaik Eropa. Kalau iya, pasti kami sudah lolos," jelas pemain asal Uruguay itu.

Sekarang Barcelona akan bermain di Liga Europa. Target jadi juara jelas ada, bahkan sudah terucapkan. Namun mencapainya tak akan mudah. Banyak tim-tim tangguh yang bermain di sana.

Masih ada Borussia Dortmund, Sevilla, dan Porto yang merupakan sesama buangan dari Liga Champions. Selain itu, di Liga Europa sendiri sudah ada Bayer Leverkusen, Real Betis, West Ham United, Lyon, hingga Lazio.

Jangan lupa juga, Barcelona masih harus menjalani laga playoff jika ingin masuk ke 16 besar Liga Europa. Mereka akan diundi menghadapi satu dari delapan runner-up grup yang ada. Sementara juara grup langsung lolos ke 16 besar.

Xavi menyebut tersingkirnya Barcelona dari fase grup Liga Champions adalah penanda era baru yang harus dijalani Barcelona. Mulai sekarang, mereka harus membiasakan diri menjadi 'rakyat biasa', setidaknya sampai mereka bisa kembali bersaing merebut gelar.

(adp/ran)