ADVERTISEMENT

'Lukaku Bukan Penyerang Elite'

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 08 Apr 2022 02:20 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 06: Luka Modric of Real Madrid is challenged by Romelu Lukaku of Chelsea during the UEFA Champions League Quarter Final Leg One match between Chelsea FC and Real Madrid at Stamford Bridge on April 06, 2022 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Romelu Lukaku membuang sejumlah peluang kala Chelsea menjamu Real Madrid. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Romelu Lukaku gagal menyelamatkan Chelsea dari malu kala menjamu Real Madrid. Membuang sejumlah peluang, Lukaku semacam mengonfirmasi statusnya di tim saat ini.

Lukaku masuk sebagai pemain pengganti kala Chelsea menjamu Real Madrid di Stamford Bridge, Kamis (7/4/2022) dini hari WIB, pada leg pertama perempatfinal Liga Champions. Ia menggantikan Christian Pulisic pada menit ke-64 saat The Blues sudah ketinggalan 1-3.

Ia sempat mendapatkan dua kesempatan bagus, salah satunya saat dalam posisi bebas menyambut umpan silang Cesar Azpilicueta. Tapi tandukannya di depan gawang malah melebar.

Momen itu dianggap sebagai semacam konfirmasi bahwa Lukaku memang pantas kehilangan posisi utama. Sudah sejak 19 Februari ia tak dipercaya Manajer Chelsea Thomas Tuchel sebagai starter di dua kompetisi utama, yakni Premier League dan Liga Champions.

Eks bek tim nasional Inggris dan Liverpool Jamie Carragher menyebut Lukaku masih tertinggal dari penyerang-penyerang top lainnya. Ia dianggap belum bisa menggendong Chelsea di momen-momen krusial dan melawan tim-tim besar.

"Saya rasa dia masih di bawah para penyerang elite. Catatan golnya memang fantastis, kalau melihat angka. Tapi saya selalu merasa, kapanpun kita bicara soal Lukaku, dia bikin banyak gol tapi selalu ada kata 'Tapi'," ujar Carragher kepada CBS Sports dilansir Metro.

"Bahkan catatannya di Premier League, kalau melihat ke tim-timnya, tidak pernah melawan tim-tim terbesar. DIa pemain yang sangat bagus, tapi ketika Anda bicara soal Benzema, soal Harry Kane, soal Lewandowski, menurut saya dia sudah selalu di bawah itu."

"Saya sama sekali tidak mempertanyakan manajernya di situasi ini. Soal katanya butuh rasa sayang...masuk lapangan saja dan mainlah yang bagus!" imbuh pria yang kini analis sepakbola tersebut.

Simak Video 'Kebobolan 7 Gol dalam Dua Laga Jadi Alarm Buat Chelsea!':

[Gambas:Video 20detik]



(raw/adp)

ADVERTISEMENT