Allegri: Ancelotti seperti Jas Biru

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 06 Mei 2022 02:00 WIB
MADRID, SPAIN - MAY 04: Carlo Ancelotti, Head Coach of Real Madrid celebrates their sides victory and progression to the UEFA Champions League Final after the UEFA Champions League Semi Final Leg Two match between Real Madrid and Manchester City at Estadio Santiago Bernabeu on May 04, 2022 in Madrid, Spain. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Massimiliano Allegri: Carlo Ancelotti seperti jas biru (Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)
Turin -

Massimiliano Allegri menyebut Carlo Ancelotti seperti jas biru terkait gaya mainya. Don Carlo tak mengusung gaya sepakbola modern tapi konsisten berprestasi.

Real Madrid sukses melaju ke final Liga Champions. Kepastian tersebut didapat usai El Real menang dramatis 3-1 atas Man City lewat perpanjangan waktu di Santiago Bernabeu pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (5/5/2022) dini hari WIB.

Los Blancos tertinggal lebih dulu melalui gol dari Riyad Mahrez pada menit ke-73. Madrid diambang tersingkir setelah tak juga mencetak gol balasan hingga menjelang laga tuntas.

Keajaiban kemudian terjadi untuk Madrid setelah Rodrygo mencetak brace hanya dalam rentang dua menit di menit ke-90 dan 90+2. Pada extra time, Madrid mendapat hadiah penalti akibat Karim Benzema dilanggar Ruben Dias. Benzema yang mengeksekusi sendiri penalti ini sukses mengecoh Ederson Moraes pada menit ke-95.

Namun beberapa nada sumbang tetap mengiringi keberhasilan Madrid melangkah ke partai puncak Liga Champions ini. Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, mendapat kritik karena dianggap tak memainkan sepakbola atraktif.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengakui bahwa Don Carlo memang tidak sepenuhnya mengusung sepakbola yang enak dipandang. Namun, ia menegaskan bahwa dengan gaya sepakbola ini Ancelotti mampu membuktikan bisa konsisten berprestasi.

Maka dari itu, Allegri menyebut Ancelotti adalah sosok pelatih yang luar biasa. Ancelotti menjadi satu-satunya pelatih yang mampu juara di lima liga top Eropa berbeda. Ancelotti membawa AC Milan menjuarai Serie A 2003/2004, lalu juara Liga Inggris bareng Chelsea di 2009/2010, jadi yang terbaik di Ligue 1 dengan Paris Saint-Germain di 2012/2013, menjuarai Bundesliga 2016/2017 Bayern Munich, dan sudah memastikan gelar juara LaLiga musim ini dengan Madrid.

"Saya memuji Carlo, dia telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia telah dikritik terlepas dari semua trofi yang telah dia menangkan, dia tidak dilihat sebagai pelatih yang modis, tetapi seperti yang selalu saya katakan, tren bersifat sementara, tetapi yang klasik akan tetap terus bertahan," ujar Allegri dikutip dari Football Italia.

"Seperti jas biru atau abu-abu. Ancelotti adalah pelatih klasik dan telah membuktikan banyak hal dalam kariernya. Dia telah memenangkan lima gelar di lima liga berbeda. Seseorang hanya bisa memberi selamat padanya," jelasnya.



Simak Video "Kalah Tipis, Madrid Tersingkir dari Copa Del Rey"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/ran)