Jose Mourinho Tidak Mau Lagi Dipanggil The Special One

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 25 Mei 2022 20:40 WIB
TIRANA, ALBANIA - MAY 24: Jose Mourinho, Head Coach of AS Roma reacts during a AS Roma Training Session at Arena Kombetare on May 24, 2022 in Tirana, Albania. AS Roma will face Feyenoord in the UEFA Conference League final on May 25, 2022. (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)
Jose Mourinho (Getty Images)
Tirana -

'The Special One' jadi julukan Jose Mourinho kala merintis kariernya di Chelsea. Seiring berjalan waktu, Mourinho hanya mengingat julukan itu sebagai kenangan.

Jose Mourinho berada di ambang sejarah. Dirinya berpeluang jadi pelatih pertama yang sabet tiga kompetisi antarklub Eropa!

Mourinho pernah membawa Porto dan Inter Milan juara Liga Champions, lalu Manchester United dibawanya juara Liga Europa. Kini waktunya, Mourinho bawa AS Roma menangi final UEFA Conference League.

AS Roma akan hadapi Feyenoord di Stadion Air Albania pada Kamis (26/5) pukul 02.00 WIB dini hari. Roma lebih diunggulkan, tapi Feyenoord jelas tidak boleh diremehkan.

Dilansir dari Sky Sports, Jose Mourinho menyambut laga final UEFA Conference League dengan penuh rasa optimis. Walau dirinya termasuk pelatih sukses, Mourinho merendah.

"Tidak ada ramuan ajaib atau hal lainnya untuk hadapi laga final nanti. Kami harus menjadi diri kami sendiri sebagai sebuah tim dengan memanfaatkan kualitas dan mengetahui keterbatasan yang kami miliki," ungkapnya.

Roma's head coach Jose Mourinho, center, gives directions to his players during the Serie A soccer match between Roma and Cagliari at Rome's Olympic stadium, Sunday, Jan. 16, 2022. (AP Photo/Andrew Medichini)Mourinho dalam asa membawa Roma buka puasa gelar juara sejak musim 2007/2008 (AP/Andrew Medichini)

Jose Mourinho pun menyinggung soal julukan 'The Special One'. Julukan itu sudah melekat kala dirinya bawa Porto juara Liga Champions pada musim 2003/2004 yang berlanjut kala bawa Chelsea juara Liga Inggris.

Sepertinya kalau nanti bawa AS Roma juara UEFA Conference League, Mourinho tidak mau disebut dengan julukan itu lagi!

"'The Special One' adalah cerita lama, yang terjadi di awal karier saya. Saya kini lebih dewasa dan lebih banyak memikirkan orang lain dibanding diri sendiri," paparnya.

"Sekarang ini adalah momen untuk sebuah tim, bukan momen individu lagi," tegasnya.

(aff/rin)