Klopp: Final Liga Champions 2022 Bukan Misi Balas Dendam Liverpool

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 26 Mei 2022 09:40 WIB
KIRKBY, ENGLAND - MAY 25: (THE SUN OUT. THE SUN ON SUNDAY OUT) Jurgen Klopp manager of Liverpool during a training session at AXA Training Centre on May 25, 2022 in Kirkby, England. (Photo by John Powell/Liverpool FC via Getty Images)
Juergen Klopp tengah memantau latihan Liverpool jelang final Liga Champions (Liverpool FC via Getty Images/John Powell)
Liverpool -

Aroma dendam kental di final Liga Champions 2021/2022 ketika Liverpool bertemu Real Madrid. Tapi, Juergen Klopp tidak sependapat.

Liverpool dan Madrid akan berebut trofi 'si Kuping Besar' di Stade de France, Paris, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Laga final ini adalah ulangan partai puncak 2018 di Kiev saat Madrid menang 3-1 atas Liverpool. Laga itu identik dengan dua blunder Loris Karius dan cedera Mohamed Salah usai dibanting Sergio Ramos.

Maka aroma dendam pun sudah tercium sejak keduanya dipastikan lolos ke final. Fans Liverpool sudah pasti ingin melihat tim kesayangannya membalas kekalahan tersebut kali ini.

"Tidak sama sekali (kekalahan di final 2018 jadi motivasi). Sudah pasti malam itu menyakitkan untuk kami. Sulit diterima. Kondisinya, cara kami kebobolan, tentu saja cedera Mo, banyak terjadi malam itu," ujar Klopp di situs resmi klub.

"Saya tidak percaya dengan balas dendam. Saya paham soal itu, tapi saya rasa balas dendam bukan ide yang bagus. Saya mengerti, tapi saya tidak yakin itu tepat untuk dilakukan," sambungnya.

Saat ini kondisi Liverpool dan Madrid memang berbeda. Terutama si Merah yang memang lagi menanjak bersama Klopp karena mampu lolos ke final Liga Champions ketiga dalam lima tahun terakhir.

Belum lagi Salah memang bernafsu untuk membalas kekalahan dari Madrid, yang sedikit banyak kala itu dipengaruhi cederanya di babak pertama.

"Dari kami, saya paham apa yang Mo katakan, dia ingin membayar kegagalan saat itu - saya pun demikian. Orang Jerman sering bilang Anda pasti bisa bertemu dua kali dalam hidup dan faktanya menurut saya itu berupa ancaman. Ini soal sikap Anda di pertemuan pertama karena jika bertemu lagi, maka Anda akan disambut atau tidak," papar Klopp.

"Saya sih tidak ada masalah dengan Real Madrid, begitu juga pemain. Ini adalah duel level tinggi, jika ada yang berpikir kami berpeluang untuk memenanginya kali ini. maka itu bakal jadi cerita hebat - tapi tentu saja bukan gara-gara apa yang terjadi di 2018. Gelar itu akan datang jika kami tampil bagus dan saya harap demikian."

(mrp/adp)