Lini Tengah Madrid Lebih Unggul dari Liverpool, Setuju?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 20:45 WIB
MADRID, SPAIN - JANUARY 07: Luka Modric, of Real Madrid, in action during training at Valdebebas training ground on January 07, 2022 in Madrid, Spain. (Photo by Victor Carretero/Real Madrid via Getty Images)
Modric, Kroos, dan Casemiro saat sedang menjalani sesi latihan Madrid. Foto: Real Madrid via Getty Images/Victor Carretero
Jakarta -

Lini tengah Real Madrid dinilai lebih unggul ketimbang milik Liverpool, dan diprediksi akan menjadi kunci bagi Los Blancos untuk memenangi final Liga Champions akhir pekan ini.

Ada yang menilai Madrid kalah favorit ketimbang Liverpool, salah satunya adalah legenda The Reds, Jamie Carragher. Sebabnya, Madrid melaju ke partai puncak dengan susah payah, terutama sejak fase gugur.

Gawang skuad asuhan Carlo Ancelotti tak pernah cleansheet dan selalu mengalami momen tertinggal sebelum akhirnya bangkit dan melakukan comeback. Hal itu terus berulang saat melawan Paris Saint-Germain, Chelsea, hingga Manchester City.

Mengingat partai final hanya digelar sekali, Madrid tak punya banyak kesempatan untuk membuat error. Ini yang membuat Liverpool diunggulkan Carragher, selain fakta bahwa itu adalah tim kesayangannya. Apalagi sejak fase gugur, The Reds tak pernah dalam posisi ketinggalan agregat.

Namun Gary Neville yang pernah juara Liga Champions bersama Manchester United pada 1999 menilai 'mental bangkit' dari Madrid justru amat berguna di momen-momen genting seperti laga final. Dan semua itu berkat kehadiran para pemain tengah.

"Saya banyak berpikir soal partai final, dan saya memikirkan Real Madrid, mengapa mereka bisa menang terus, mengapa mereka bisa terus comeback," kata Neville dalam podcast The Overlap, dikutip Sky Sports.

"Lalu saya mengingat lagi tahun 1999, bagaimana kami beberapa kali bangkit dan akhirnya menang di akhir-akhir laga. Itu karena kami punya (Roy) Keane, (Nicky) Butt, (Paul) Scholes, (Ryan) Giggs, dan (David) Beckham. Mereka fenomenal, di atas level apapun yang pernah saya lihat."

"Lalu saya melihat lini tengah Madrid, ada Casemiro, (Toni) Kroos, (Luka) Modric - ditambah dua lainnya, (Federico) Valverde dan (Eduardo) Camavinga - lima pemain ini yang mengontrol mereka dari awal sampai akhir."

"Carlo Ancelotti juga terus menginstruksikan mereka sampai akhir laga. Saya pikir lini tengah Liverpool adalah titik lemah mereka, dan pada 15 menit terakhir, lima pemain tengah Madrid akan membawa timnya menang akhir pekan ini," jelas Neville.

Apakah deretan gelandang Madrid di atas bisa memenangi duel di lini tengah melawan Thiago Alcantara, Fabinho, Naby Keita, dan Jordan Henderson? Mari kita nantikan.

(adp/aff)