ADVERTISEMENT

Salah Ingin Balas Dendam ke Madrid, Klopp: Itu Wajar Saja

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 28 Mei 2022 10:00 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 27: Mohamed Salah and Juergen Klopp, Manager of Liverpool look on during the Liverpool FC Training Session at Stade de France on May 27, 2022 in Paris, France. Liverpool will face Real Madrid in the UEFA Champions League final on May 28, 2022. (Photo by Angel Martinez - UEFA/UEFA via Getty Images)
Juergen Klopp tak pusingkan soal misi balas dendam Mo Salah ke Real Madrid (UEFA via Getty Images/Angel Martinez - UEFA)
Paris -

Manajer Liverpool Juergen Klopp santai saja soal misi balas dendam Mohamed Salah ke Real Madrid. Menurutnya, itu cuma salah satu cara memotivasi diri.

Liverpool akan menghadapi Madrid pada partai final Liga Champions 2021/2022 di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Ini jadi ulangan partai final di Kiev empat tahun lalu.

Saat itu Madrid menang 3-1 lewat sepasang gol Gareth Bale dan Karim Benzema, yang diwarnai dua blunder Loris Karius. Tak cuma itu, Liverpool juga kehilangan Salah yang mengalami cedera bahu usai berduel dengan Sergio Ramos di menit ke-30.

Kehilangan Salah yang tengah tampil tajam saat itu memang merugikan Liverpool. Sebab, mereka tak punya lagi stok penyerang mumpuni di bangku cadangan saat itu.

Kini, Salah punya momentum untuk membayar kegagalan di 2017/2018 lewat performa apik di partai final. Tapi, motivasi itu dikhawatirkan juga akan berdampak negatif bagi tim.

Meski demikian, Klopp rupanya tidak memusingkan itu dan malah menilainya biasa saja. Sebab, setiap pemain punya cara masing-masing memotivasi diri menghadapi laga penting, termasuk Mohamed Salah.

"Tidak usah mengkhawatirkan Mo dan apakah dia terlalu berlebihan. Itu wajar saja kok. Bagi dia, situasinya sangat spesial di 2018. Kami semua kalah saat itu, tapi dia mendapat cedera lebih cepat. Kini dia dalam kondisi yang prima, dia begitu fit sehingga rasanya berbeda untuknya," ujar Juergen Klopp di situs resmi klub.

"Anda bisa tanyakan kepadanya, pasti biasa-biasa saja kok. Kita semua punya motivasi masing-masing. Saya punya 26,27 pemain di sini yang punya motivasi berbeda-beda. Itu wajar dan saya tidak masalah," sambungnya.

"Wajar jika dia ingin membayar kegagalan itu. Kami pun demikian. Kami tidak lupa apa yang terjadi saat itu. Kami tidak mungkin datang ke sini dan menunjukkan video soal pertandingan itu besok. Ada banyak alasan untuk kami tampil maksimal besok malam, dan itu mungkin jadi salah satu alasan, meski bukan satu-satunya alasan."

(mrp/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT