Final Liga Champions: Liverpool Sudah Punya Rencana untuk Redam Vinicius

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Sabtu, 28 Mei 2022 09:40 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - APRIL 14: Vini Jr. during the UEFA Champions League Quarter Final Second Leg match between Liverpool FC and Real Madrid at Anfield on April 14, 2021 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Antonio Villalba/Real Madrid via Getty Images)
Liverpool sudah punya rencana untuk meredam Vinicius Junior di final Liga Champions (Foto: Real Madrid via Getty Images/Antonio Villalba)
Paris -

Trent Alexander-Arnold sudah siap jika harus berduel dengan Vinicius Junior di final Liga Champions. Liverpool sudah punya rencana untuk meredamnya.

Final Liga Champions akan menyajikan duel Liverpool vs Real Madrid di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Salah satu duel yang menarik perhatian adalah antara Vinicius dan Alexander-Arnold di sisi sayap.

Vinicius kerap beroperasi di sisi kiri penyerangan Real Madrid. Di sepanjang musim ini, winger asal Brasil itu sudah mencetak 21 gol dan 20 assist dalam 51 kali penampilan di semua kompetisi.

Kecepatan Vinicius akan jadi ujian untuk Alexander-Arnold yang mengisi posisi bek kanan Liverpool. Alexander-Arnold menyebut timnya sudah menyiapkan rencana untuk meredam ancaman-ancaman Madrid, termasuk dari Vinicius.

"Ketika Anda bertanding melawan Real Madrid, Anda akan menghadapi pemain-pemain kelas dunia dan akan ada duel individu di seluruh lapangan," ujar Alexander-Arnold seperti dilansir Marca.

"Kami sudah punya rencana bermain soal bagaimana kami akan mengatasi semua ancaman yang mereka berikan."

"Vinicius adalah pemain hebat dan dia menunjukkannya secara khusus musim ini dengan gol, assist, dan ancamannya. Dia pemain yang menyenangkan untuk ditonton," lanjutnya.

"Kami punya tugas sebagai individu, sebagai tim, dan sebagai grup. Tapi ini permainan tim dan tim menang pada akhirnya," kata Alexander-Arnold.

(nds/mrp)